Miris, Penyaluran Bansos Di Desa Kopo Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Tidak Tepat Sasaran -->

Adsense




Miris, Penyaluran Bansos Di Desa Kopo Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor Tidak Tepat Sasaran

87 Online News
Selasa, 06 Oktober 2020

KAB.BOGOR - Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga yang terdampak pandemi Covid-19, di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikeluhkan oleh warga yang tidak menerima bantuan tersebut. Pasalnya, berbagai bantuan baik dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga pemerintah desa, justru dinikmati oleh sebagian warga yang tergolong mampu. 

Anih (80) salah seorang warga Kampung Cijulang  RT 03/05 Desa Kopo, Kecamatan Cisarua mengatakan, dirinya tidak mendapatkan bantuan. Padahal, ia hanya seorang janda yang mengandalkan hidupnya dari jualan makanan keliling di salah satu sekolah dasar yang tidak jauh dari rumahnya. Saat pandemi corona seperti sekarang ini usahanya jualan makanan tidak berjalan sejak sekolah diliburkan.

"Setiap ada bantuan kami tidak pernah dapat, padahal saya sudah didata. Saya dan anak saya sama-sama seorang janda, sebelum adanya corona untuk sehari-hari saya makan mengandalkan jualan makanan anak-anak di sekolah," ungkap Anih, didampingi Putranya, Habibi saat ditemui di rumahnya, Selasa (6/10/2020).

Ia mengaku, ada pun putranya yang bekerja di salah satu hotel dikawasan Megamendung, saat ini sudah tidak bisa diharapkan lagi, karena sejak pandemi covid 19 hotel tersebut sudah jarang menerima tamu yang menginap maupun yang menyelenggarakan kegiatan. Menurutnya, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, saat ini hanya mengandalkan dari keluarganya terdekat.

"Adapun putra laki-laki saya sudah lama menganggur karena hotel tempatnya bekerja juga sudah diliburkan sejak adanya corona ini, kalaupun masuk kerja, itu pun hanya di hari Sabtu dan Minggu dengan upah harian,"cerita Ibu yang tinggal bersama 2 orang anak dan 1 orang cucu.

Anih berharap kepada pemerintah baik pusat maupun pemerintah daeraj dan desa, bantuan berikutnya baik sembako maupun uang tunai yang dijanjikan pemerintah bisa kebagian dan untuk lebih teliti lagi dalam memberikan bantuan kepada warganya agar tepat sasaran, karena warga yang benar-benar membutuhkan justru tidak mendapatkan bantuan tersebut.

"Kami heran kenapa bisa begitu, padahal sudah dimintai KTP dan Kartu Keluarga tetapi bantuanya tidak tepat sasaran, dan masih ada warga lain yang tidak mendapatkan bantuan," tukasnya. (Ibra)