Kota Bogor Zona Oranye, Kasus Kesembuhan dan Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi Membaik -->

Adsense




Kota Bogor Zona Oranye, Kasus Kesembuhan dan Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi Membaik

87 Online News
Rabu, 14 Oktober 2020

KOTA BOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Bogor. Bima Arya menyebut, bahwa pekan ini status Kota Bogor kembali ke zona risiko sedang atau oranye dengan adanya angka-angka perbaikan pada kasus kesembuhan dan ketersediaan tempat tidur isolasi.

"Per hari ini Kota Bogor dinyatakan kembali ke zona oranye. Ada dua perbaikan di sini. Pertama adalah recovery rate atau kasus kesembuhan yang membaik. 30 persen lebih baik daripada minggu lalu,"ungkap Bima Arya, Selasa (13/10/2020). 

Menurutnya, pada data tren angka kesembuhan dari Dinas Kesehatan Kota Bogor menunjukan bahwa jumlah kasus sembuh sejak September hingga hari ini terus meningkat dengan angka 67,3 persen atau lebih tinggi 4,75 persen dari angka kesembuhan Jawa Barat (62,55 persen). Sementara jumlah kasus sembuh minggu ini adalah 133 kasus atau meningkat 30 persen dari pekan sebelumnya.

"Perbaikan juga terjadi pada indikator bed occupancy ratio (BOR) atau tingkat ketersediaan tempat tidur isolasi di Kota Bogor. Karena OTG diprioritaskan untuk dikirim ke tempat isolasi di Lido. BOR kita yang tadinya 60 persen, per hari ini angkanya di 51 persen," tuturnya.

Catatan Dinkes Kota Bogor, kapasitas ruang isolasi dan ICU khusus Covid-19 di Kota Bogor terus ditingkatkan untuk mengantisipasi peningkatan kasus aktif yang membutuhkan perawatan intensif.

Jumlah tempat tidur isolasi per 11 Oktober 2020 adalah 371 unit dengan ICU 14 unit dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di kota hujan. Keterisian tempat tidur isolasi Covid-19 per 11 Oktober 2020 sebesar 51 persen dan tempat tidur ICU sebesar 64 persen. Sementara di Pusat isolasi BNN Lido dengan kapasitas 100 tempat tidur, terisi 33 (33 persen).

"Rinciannya, pasien asal Kota Bogor sebanyak 88 orang (44,7 persen), pasien asal Kabupaten Bogor 83 orang (42,1 persen) dan pasien asal kota lain 26 orang (13,2 persen)," pungkas Bima Arya. (IB)