Warga Bogor Sulap Ember Bekas Cat Jadi Alat Cuci Tangan Menarik -->

Adsense




Warga Bogor Sulap Ember Bekas Cat Jadi Alat Cuci Tangan Menarik

87 Online News
Selasa, 15 September 2020

KOTA BOGOR - Inovatif warga Kampung Gambar, atau tepatnya Kampung Padabeunghar RT 04/09, Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor ini patut diacungi jempol. Disaat pandemi Covid-19, mereka tetap produktif dengan memanfaatkan limbah ember cat untuk dijadikan tempat cuci tangan.

Kampung padat penduduk yang berdekatan dengan Sungai Ciliwung itu, secara swadaya menyulap limbah ember tersebut dengan beragam lukisan yang menarik, mulai dari bunga, ciri khas Kota Bogor hingga yang terkait dengan pandemi Covid-19 yang kini tengah merebak.

Pelukis atau murales, Fahrudin Ardiansyah (49) menuturkan, ide itu bermula saat dirinya melihat beberapa tumpukan limbah cat. Saat itu juga, Fahrudin berinisiatif untuk membuat tempat cuci tangan, lantaran saat ini Covid-19 semakin masif penyebarannya. Berbekal keterampilannya sebagai desain grafis di sejumlah perusahaan di Bogor, sang pelukis menyapukan kuasnya di atas ember cat yang sebelumnya telah dibersihkan.

"Alat cuci tangan ini sekaligus juga buat pemasukan pengurus di sini dan untuk perkembangan kampung gambar ini juga,"
ungkap Fahrudin kepada waratwan dilokasi workshopnya, Selasa. (15/9/20).

Untuk proses pembuatan, dalam satu hari Fahrudin mampu menyelesaikan dua hingga tiga lukisan dengan tema berbeda.
"Yang paling lama kan proses pembersihan medianya itu sendiri," terangnya.

Selain gambar yang ditentukan sendiri, Fahrudin juga mengaku bisa menerima pesanan dengan tema sesuai permintaan. Namun hal itu, kata Fahrudin tentunya harganya berbeda sesuai dengan kerumitan gambar atau desainnya.

Meski bisnis tersebut baru berjalan dua pekan lalu, kini dirinya mulai kebanjiran pesanan. Tak tanggung-tanggung hasil karyanya telah merambah wilayah Jabodetabek.

"Untuk pemasarannya, melalui media sosial atau dari mulut ke mulut. Harga dari 75 ribu hingga 350 ribu per ember," tutupnya.

Ia menambahkan, dengan banyaknya pesanan saat ini, Fahrudin mengaku tengah kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. "Untuk kesulitan tidak begitu banyak, hanya kadang terkendala bahan baku saja," tutupnya. (D2N)