Maksimalkan PSBMK Pemkot Bogor Libatkan Dokter Hingga Tokoh Agama -->

Adsense




Maksimalkan PSBMK Pemkot Bogor Libatkan Dokter Hingga Tokoh Agama

87 Online News
Sabtu, 12 September 2020

KOTA BOGOR - Pemerintah Kota Bogor memilih menerapkan Pembatasan Sosial Berbasis Mikro dan Komunitas (PSBMK) secara maksimal, ketimbang pemberlakukan kembali PSBB total seperti pada saat awal corona. 

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, dalam menekan laju penyebaran Covid-19 ini sangat ditentukan oleh disiplin penerapan protokol kesehatan, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat masyarakat.

"Kami akan maksimalkan penguatan protokol kesehatan secara kolaboratif bersama pihak lain serta penguatan di wilayah. Sepertinya pertarungan ini akan panjang, karenanya kita harus berkolaborasi agar memiliki strategi yang baik, itu kuncinya," kata Bima Arya, usai rapat Evaluasi PSBMK di Taman Ekspresi Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, berdasarkan hasil riset tentang persepsi warga Kota Bogor terhadap Covid-19 yang dilakukan Prof. Sulfikar Amir dari Nanyang Technology University (NTU) Singapura, menunjukkan bahwa warga Kota Bogor lebih percaya dengan perkataan dokter dan para tokoh agama. 

"Survei tersebut melibatkan 21 ribu responden valid, mulai 15 Agustus hingga 1 September 2020. Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor akan berkolaborasi dengan para dokter dan tokoh agama serta pihak lainnya dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor," tutur Bima.

Bima Arya menambahkan, pihaknya akan membentuk satgas di entitas-entitas. "Dalam pikiran saya ada dua unit, yakni edukasi dan pengawasan. Unit edukasi rencananya terdiri dari para tokoh agama, para dokter dan Dinas Kesehatan Kota Bogor. Sementara unit pengawas melibatkan organisasi kepemudaan dan organisasi profesi serta pelaku usaha," tambah Bima.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor dr. Zaenal menyatakan sepakat dengan rencana penguatan protokol kesehatan tersebut, dan IDI Kota Bogor siap mendukung program-program Pemerintah Kota Bogor dalam memberikan edukasi untuk percepatan penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Hal senada diungkapkan Perwakilan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Bogor, Rahmat yang menginginkan agar ormas-ormas keagamaan Kota Bogor diikutsertakan dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang Covid-19. Dirinya mengusulkan agar dibuatkan video edukasi dari para tokoh agama.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Kota Bogor KH. Khotimi Bahri menyebutkan dalam rencana edukasi yang akan dijalankan nanti pihaknya siap memperkuat edukasi protokol kesehatan dari sisi teologi Islam. (Red)