Dewan Pers Independen: "Kami Mendata, Bukan Memverifikasi Media" -->

Adsense




Dewan Pers Independen: "Kami Mendata, Bukan Memverifikasi Media"

87 Online News
Senin, 28 September 2020

JAKARTA - Maraknya permasalahan kriminalisasi yang menimpa Insan pers yang mayoritas dari media cetak dan online, Dewan Pers Independen (DPI) bekerja sesuai dengan fungsinya untuk melakukan perlindungan atas kebebasan pers. Salah satu upaya Dewan Pers Independen, yaitu melakukan pendataan dan pengrekrutan perusahaan media agar terdaftar di Dewan Pers Independen.

Ketua Pengawas  Dewan Pers Independen, Agus Salim Tanjung So,si menyatakan bahwa langkah yang tepat saat ini adalah melakukan pendataan dan membuka pendaftaran bagi pemilik media cetak, online dan tv agar tetdaftar di Dewan Pers Independen (DPI).

"Tindakan kriminalisasi terhadap media kecil yang notabene UMKM, harus segera dihentikan. Hal ini akan mengancam demokrasi serta kebebasan pers," tegas Agus melalui rilis yang diterima redaksi, 
Senin (28/9/2020).

Agus memaparkan, bahwa pers merupakan salah satu pilar demokrasi. Berkembangnya demokrasi suatu bangsa, ada peran strategis pers di dalamnya yang bekerja sebagai penyampai pesan luas bagi publik, dan mempertinggi kebudayaan berdemokrasi serta menjadikan pola berpikir kritis yang sehat.

Sementara itu, Ketua presidium Dewan Pers Independen (DPI) Kasihhati yang juga ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) menambahkan, kebebasan Pers dilindungi undang undang 40, tahun 1999. "Hentikan diskriminasi dan kriminalisasi terhadap insan Pers dan Media Media kecil yang notabene UMKM kecil, karena keberaan media-media tersebut dapat membantu pemerintah mengurangi pengangguran yang ada," ungkapnya.

Lanjut Kasihhati, apabila ada pihak yang keberatan atas isi suatu karya jurnalistik, bisa  menempuh mekanisme berjenjang, dengan membuat hak jawab, hak koreksi, atau melaporkannya ke Dewan Pers Independen (DPI) yang berhak menilai suatu karya jurnalistik. "Karya jurnalistik beda dengan produk Medsos itu yang harus dipahami," pungkas Kasihhati.(red)

Sumber : Dewan Pers Independen (DPI)