Ujang Durahman: "Mari Jadikan Momentum Proklamasi Untuk Memacu Semangat Agar PS Indonesia Kembali Jaya" -->

Adsense




Ujang Durahman: "Mari Jadikan Momentum Proklamasi Untuk Memacu Semangat Agar PS Indonesia Kembali Jaya"

87 Online News
Senin, 17 Agustus 2020

KOTA BOGOR - Jajaran pengurus serta anggota DPC Pejuang Siliwangi (PS) Indonesia Kota Bogor dan DPAC PS Indonesia Bogor Tengah, melaksanakan kegiatan upacara bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI Ke 75, Senin (17/8/2020).

Upacara yang dilaksanakan di Posko DPAC PS Bogor Tengah, Kp. Ciheuleut, Kelurahan Tegal Lega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, dipimpin langsung oleh Ketua DPC PS Indonesia Kota Bogor, Ujang Durahman selaku inspektur upacara.

Pada kesempatan itu, Ujang Durahman menuturkan, tepat hari ini 75 tahun yang lalu, Proklamator kita, Soekarno Hatta, mengumandangkan kalimat kalimat agung yang terangkum dalam teks Proklamasi. Meski pembacaan proklamasi itu hanya berlangsung beberapa menit saja, namun sesungguhnya ia merupakan peristiwa yang luar biasa besarnya. Proklamasi menjadi lambang keberhasilan perjuangan para pahlawan bangsa, menjadi saksi bahwa nyawa dan pengorbanan para syuhada tidaklah sia-sia, dan menjadi tonggak kokoh bagi perjalanan bangsa kita hingga saat ini.

"Oleh karena itu, apa yang kita lakukan hari ini jangan hanya menjadi seremoni dan ritual tahunan. Namun harus menjadi pengingat dan menjadi cambuk bagi kita semua untuk semakin bersemangat dalam membaktikan diri kepada negara dan bangsa, khususnya melalui kendaraan Pejuang Siliwangi Indonesia," tuturnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa Ama Raden Puradiredja, yang merupakan Pendiri PS, adalah tokoh yang turut terlibat langsung dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia. "Meski muncul dari kota kecil Subang, namun nama beliau harum diberbagai propinsi, hampir di seluruh Indonesia," jelas Ujang Durahman.

Menurutnya, Ama Raden Puradireja adalah sosok yang dekat dengan Soekarno dan berperan penting dalam peristiwa Rengas Dengklok. Saat ini namanya tengah dalam proses untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Setelah masa perang bersenjata usai, Ama Pura melanjutkan darma baktinya kepada negara dengan menggagas transmigrasi. Beliau terus berjuang tanpa pamrih demi kesejahteraan para pengikutnya serta keluarga besar PS secara luas hingga akhir hayatnya.

"Ama Pura bukan hanya seorang pejuang, beliau adalah pribadi yang paripurna. Seorang prajurit, sekaligus ulama besar, petani dan pedagang yang sukses, penggiat seni budaya sekaligus guru teladan. Sesungguhnya tokoh sentral didalam PS ini adalah pribadi yang sangat patut kita teladani sekaligus kita warisi sifat, sikap dan ajarannya. Dengan meneladani sosok beliau, maka saya sangat yakin bahwa PS khususnya di Kota Bogor akan dapat maju, bersatu dan kembali berjaya seperti masa lalu," paparnya, saat memimpin upacara.

Ia menegaskan, PS adalah organisasi yang jauh lebih senior dibanding ormas yang ada sekarang. Sepatutnya PS juga dapat menjadi yang terbesar dan paling nyata kiprahnya didalam masyarakat. Momentum proklamasi ini seharusnya dapat memacu semangat kita untuk kembali jaya.
"Kegiatan hari ini seharusnya dapat menjadikan kita semua menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berjiwa patriot, lebih giat dalam membaktikan diri kepada masyarakat dan negara. Tidak perlu menjadi sempurna seperti para pahlawan atau Ama Puradireja. Tetapi cukup menjadi pribadi yang terus berusaha menjadi lebih baik untuk keluarga, lingkungan sekitar serta untuk organisasi yang kita cintai ini. Melakukan hal hal kecil yang bermanfaat adalah jauh lebih baik daripada hanya bicara besar," tegasnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran DPAC PS Indonesia Bogor Tengah selaku panitia penyelenggara dan kepada para peserta upacara.

"Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu sekalian yang telah mengikuti jalannya upacara. Dan, terima kasih yang sangat besar kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan ini hingga dapat terselenggara dengan baik," pungkasnya.

Kegiatan upacara berlangsung khidmat, dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah dalam mengantisiapasi penyebaran Covid-19. (IB)