Pembinaan Mental Prajurit Dan PNS Safari Melalui Bintaldam III Siliwangi -->

Adsense




Pembinaan Mental Prajurit Dan PNS Safari Melalui Bintaldam III Siliwangi

87 Online News
Rabu, 26 Agustus 2020

KOTA BOGOR - Dalam rangka upaya pembinaan mental Prajurit dan PNS, Korem 061 Suryakancana melaksanakan kegiatan Safari Bintaldam III / SLW. Bertempat di Balai Suryakancana Makorem 061/SK, Jalan Merdeka Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (26/08/20).

Kegiatan diawali dengan Sambutan Danrem 061/Sk yang dibacakan oleh Kasipers Kasrem Kolonel Arm Erdi Ekawidjajanto Arif, S.I.P, yang isinya antara lain, bahwa Pembinaan Mental bagi Prajurit dan PNS dijajaran Korem 061/Sk, di upayakan untuk memelihara dan meningkatkan kondisi mental kejiwaan agar memiliki ketahanan mental yang handal.

"Ini dilakukan dalam upaya mendukung pelaksanaan tugas yang berlandaskan kepada Agama, Pancasila, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit yang oriented. Goalnya adalah menjadikan prajurit dan PNS yang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia, pantang menyerah dan manunggal dengan Rakyat," tutur Kasi Pers Kasrem mewakili sambutan dari Danrem 061/Sk.

Ceramah safari Bintal disampaikan oleh Waka Bintaldam III/Slw Letnan Kolonel Inf Dasam, S.Ag dengan judul materi ceramahnya yakni, rumah tangga yang 
harmonis.

"Ditengan situasi dan kondisi sekarang ini memang sangat tepat bila menyampaikan materi tersebut, sebab situasi pandemi covid-19 ini banyak mempengaruhi pola hidup masyarakat terutama rumah tangga, mulai dari urusan ekonomi sampai maslah moralitas dan perilaku dalam kehidupan rumah tangga," ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Dasam menjelaskan, bahwa salah satu dampak dari pengaruh pandemi covid-19 ini adalah masalah PHK, 
pengangguran dan yang lainnya serta akan berpengaruh pada penghasilan dalam rumah tangga, sehingga berakibat terjadinya pertengkaran antara suami istri bahkan tidak menutup kemungkinan berujung pada perceraian.

"Suatu rumah tangga yang sebelumnya diawali dengan pernikahan, seperti kutipan ayat Alqur'an Surah Arru ayat 21 yang artinya "Dan diantara tanda-tanda kebesaran Allah adalah diciptakan istri-istri kamu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tentram dan dijadikan diantara kamu cinta dan kasih sayang, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum 
yang berfikir," jelasnya.

Wakabintaldam III/Slw menambahkan, bahwa problematika keluarga itu bisa terjadi akibat krisis ekonomi, krisis kepercayaan, kerisis hati, 
krisis mertua, KDRT dan lain sebagainya. Untuk mensikapi masalah ini, maka antara 
suami istri harus melakukan hal-hal yang sangat fundamental.

"Seperti adanya ketaatan, kejujuran, memeliharan hak dan kewajiban, suami dan istri ibarat pakaian. Adanya 
keadilan, sehat ekonomi serta adanya komunikasi yang baik antara suami istri dikala ada permasalahan," pungkasnya.
(D2N )

Sumber: Penrem 061/SK