Latest News

Minggu, 26 Juli 2020

Pemilihan Ketua LPM Kelurahan Tanah Baru Diwarnai Aksi Walk Out Salah Satu Calon Incumben

KOTA BOGOR - Pemilihan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tanah Baru yang berlangsung di Lantai 2 Kantor Kelurahan Tanah Baru, Jalan Pangeran Sogiri, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (25/07/20), diwarnai aksi walk out oleh salah satu calon dari incumben, Raden Rowi Sobari usai menyampaikan visi serta misinya.

Menurut Kang Rowi panggilan akrabnya, aksi walk out ini dilakukan karena merasa kecewa dengan pelaksanaan pemilihan yang diduga sarat dengan kepentingan serta dipolitisi sejak awal pembentukan SC dan OC pada bulan Juni lalu, dan sangat tertutup sekali dalam pelaksanaannya terkesan tidak ada unsur demokratis.

"Saya merasa kecewa dan sangat tidak terima dengan pelaksanaan pemilihan ini, karena saya merasa masa jabatan saya seharusnya berakhir pada tanggal 28 Juli sekarang. Dan, sejak awal pembentukan saya tidak pernah diajak bicara atau dilibatkan dalam hal apapun, apalagi ada pemberitahuan secara langsung kepada saya," ungkapnya kepada Wartawan.

Menurutnya, secara tidak langsung hajat untuk masyarakat ini sangat jauh dari kenyataan karena semuanya seakan sudah diatur secara rapih seperti dari yang hadir sebagai pemilih dan yang memiliki mandat dari panitia.

"Keterlibatan unsur kelurahan, terutama lurah itu sendiri yang notabene sebagai pembina diwilayahnya sejak awal sudah sangat terlihat, seperti adanya undangan dua tokoh masyarakat yang sekaligus anggota DPRD Kota Bogor yaitu Oyok Sukardi dan Saeful Bahri, ini yang sangat tidak relevan dan bukan kewenangannya dalam mengundang," jelas Kang Rowi.

Saat dikonfirmasi tetkait hal tersebut, Lurah Tanah Baru, Dede Sugandi menjelaskan, pemilihan LPM kali ini berbeda dengan pemilihan periode sebelumnya, yaitu melalui seleksi dari tingkat RW dengan penjaringan dan musyawarah yakni sejumlah 23 anggota bakal calon (Balon) pengurus untuk diajukan sebagai pengurus LPM.

"Dari 23 Balon yang sudah dilantik adalah resmi menjadi anggota LPM dan selanjutnya dijadikan Sharing Commite (SC) dan OC, kemudian terjaring ada 4 balon. Untuk Balon Ketua LPM yang akan dipilih dengan ketentuan yang berlaku sesuai aturan yang berlaku. Sedangkan terkait kehadiran dua tokoh hari ini adalah sebagai pembina dari LPM itu sendiri," tuturnya.

Ketika media mempertanyakan terkait salah satu calon yang walk out, dirinya mengatakan tidak tahu menahu dan menyarankan untuk menyakan langsung kepada pihak panitia.

"Saya malah gak tahu, kalau ada calon yang walk out tadi, coba saja konfirmasi ke panitianya," ujar Dede.

Sementara itu, Hendriyanto selaku Ketua Forum Komunikasi LPM tingkat Kecamatan Bogor Utara mengatakan, sesuai dengan regulasi perwali 77 tahun 2014 untuk putusan RW sudah memenuhi syarat. Namun dirinya mengaku sangat menyangkan karena terkesan tidak terlihat tidak demokrasinya, padahal ini sebagai ajang hajat demokrasi bagi masyarakat.

"Ini seharusnya pelaksanaannya tidak tertutup, ini permasalahannya diduga ada skenario atau yang lainnya, saya tidak tahu. Biasanya para panitia itu sendiri ditunjuk dari para RW, kemudian baru bisa dilaksanakan pemilihan untuk calon ketua setelah itu baru pemilihan anggota atau pengurusnya. Bukan sebaliknya," papar Herdi yang saat ini menjabat sebagai Ketua LPM Kelurahan Cibuluh ini.

Terkait masa jabatan yang belum belum berakhir bagi Ketua LPM sebelumnya, menurut Herdi seharusnya ketika selesai masa jabatannya, tidak terlalu prinsip yang terpenting sudah diketahui.

"Ketika ada pembentukan kepanitian atau pelaksanaan rapat apapun seharusnya Ketua LPM sebelumnya mengetahui dan diberitahukan. Kami FK LPM tingkat Kecamatan akan menandatangani berita acara pelaksanaan pemilihan jika sesuai dengan mekanismenya, karena saya juga tadi hanya sebentar di acara pemilihan LPM selebihnya diluar dengan seharusnya monitoring dari awal sampai selesai," tandasnya.(D2N)