LBH Bogor Buka Posko Pengaduan Nasabah Koperasi KSB Bogor



LBH Bogor Buka Posko Pengaduan Nasabah Koperasi KSB Bogor

87 Online News
Jumat, 12 Juni 2020

Foto : Direktur Eksekutif LBH Bogor, Zentoni S.H., M.H 

BOGOR - Terhitung mulai hari ini, Jumat (12/06/2020) Pukul 10.00 Wib, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bogor telah resmi membuka Posko Pengaduan Konsumen atau Nasabah Koperasi KSB Bogor. 

"Posko ini dimaksudkan untuk menampung aspirasi para Konsumen atau Nasabah yang telah mendepositokan uang di Koperasi KSB Bogor yang telah lewat waktu atau jatuh tempo akan tetapi tidak dapat dicairkan dengan alasan terjadinya Covid 19," kata Direktur Eksekutif LBH Bogor, Zentoni S.H., M.H melalui Pers Rilis yang diterima Redaksi 87 Online News, Jumat (12/06/2020). 

LBH Bogor menduga, Koperasi KSB Bogor yang tidak kunjung melakukan pencairan terhadap deposito para Konsumen atau Nasabah yang telah lewat waktu atau jatuh tempo, adalah perbuatan wanprestasi atau ingkar janji sebagaimana diatur dalam Pasal 1238, 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang menentukan bahwa debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan ini mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan.
"Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya sutau perikatan mulai diwajibkan bila debitur walaupun telah dinyatakan lalai, tetap lalai memenuhi perikatan itu. Atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang ditentukan," tutur Zentoni.

Untuk itu LBH Bogor menghimbau kepada masyarakat luas selaku Konsumen atau Nasabah Koperasi KSB Bogor, agar segera mendaftarkan diri ke Posko yang telah dibuka oleh LBH Bogor yang beralamat di Jalan K.H.R. Abdullah Bin Nuh Kav. 23, Taman Yasmin, Kota Bogor dengan Contact Person HP/WA 081317422079.

"Untuk selanjutnya diajukan upaya hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia," pingkas Zentoni. (Ibra)