Kurva Pandemi Belum Menurun, Bupati Bogor Nyatakan Belum Bisa Jalani New Normal



Kurva Pandemi Belum Menurun, Bupati Bogor Nyatakan Belum Bisa Jalani New Normal

87 Online News
Jumat, 05 Juni 2020

BOGOR - Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan Kabupaten Bogor belum bisa menerapkan new normal lantaran angka reproduksi Covid-19 masih di atas syarat tatanan hidup baru. 

"Berdasarkan angka reproduksi efektif yang dikeluarkan BAPPENAS, Kabupaten Bogor mencapai angka 1,2. Sementara untuk melaksanakan fase new normal diperlukan angka reproduksi efektif di bawah 1," kata Ade Yasin, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, berdasarkan hasil perhitungan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat (Jabar) dengan menggunakan 9 variabel untuk menentukan level kewaspadaan Kabupaten atau Kota, hasilnya terdapat 15 kabupaten dan kota masuk zona biru, 12 sisanya masuk zona kuning. Semenyara, Kabupaten Bogor dan kabupaten kota yang berbatasan dengan DKI Jakarta termasuk ke dalam level kuning dan belum bisa melaksanakan new normal atau di Jabar disebut dengan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kabupaten Bogor belum bisa new normal tetapi harus melalui fase PSBB Proporsional secara parsial, yang akan dilaksanakan mulai tanggal 5 Juni 2020 sampai dengan 2 Juli 2020, tegasnya.

Dia menambahkan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor akan melakukan upaya untuk menekan angka reproduksi melalui penambahan jumlah Rapid Test dan swab di lokasi lokasi keramain, melakukan tracking, pola hidup sehat, dan mewajibkan penggunaan masker dan upaya lainnya. 

"Untuk pelaksanaan PSBB Proporsional, Pemkab Bogor telah menerbitkan Perbup nomor 35 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional Sebagai Persiapan Pelaksanaan AKB untuk Mencegah Dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Bogor," pungkas Ade Yasin. (Rul/Red)