Korban Pengeroyokan Di THM Kota Bogor Bersama Kuasa Hukum Datangi Polsek Bogor Timur



Korban Pengeroyokan Di THM Kota Bogor Bersama Kuasa Hukum Datangi Polsek Bogor Timur

87 Online News
Kamis, 25 Juni 2020

KOTA BOGOR - IM korban pengeroyokan di Tempat Hiburan Malam (THM) Exlusive, didampingi tim penasehat hukum dari Cakra Law Firm mendatangi Polsek Bogor Timur, Rabu (24/6/2020).

Kedatangan IM serta penasehat hukum dari Cakra Law Firm yang terdiri dari Abi Sarwan, S.H, Indra Pratama Simanjuntak, S.H dan Ryanto Sirait, S.H itu untuk memberikan klarifikasi atas laporan balik dari terduga pelaku pengeroyokan.

"Pasalnya, meski sebelumnya pihak penyidik telah menyatakan adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap IM, namun pelaku malah melaporkan balik atas tuduhan yang sama," ujar Abi kepada wartawan usai mendampingi korban.

Bahkan, lanjutnya, pihak penyidik juga telah menyatakan adanya dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap IM, dan selanjutnya akan dilakukan tahap penyidikan. Laporan dari pihak korban dengan tuntutan pasal 170 yaitu pengeroyokan yang menyebabkan luka-luka yang diduga dilakukan oleh saudara Eggy beserta rekan-rekannya. 

"Dari hasil pengembangan oleh penyidik atau kepolisian diharapkan akan dijerat dengan hukuman 5 tahun 6 bulan," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Indra Pratama Simanjuntak, SH mengaku merasa aneh dengan pelaporan balik terhadap kliennya yang dilakukan oleh terduga pelaku Eggy. Karena, menurut Indra, kliennya adalah tamu atau pengunjung di THM tersebut.

"Saudara Eggy melaporkan balik kliennya dengan tuduhan pengeroyokan yang sama, padahal setelah melihat video rekaman CCTV di lokasi, justru pihak Eggy dan kawannya yang mengeroyok," ungkapya.

Sementara itu, Ryanto Sirait, S.H yang juga tim kuasa hukum korban, menuturkan, bahwa subtansi permasalahan terkait tindak pidana sudah disampaikan oleh kuasa hukum kepada Polsek Bogor Timur. Dia mengatakan, akan tetap mengikuti proses dan perkembangannya dengan profesional dan transparan dalam penanganannya. 

"Setelah mencermati kronologi kejadian, kami menduga adanya pembiaran dari pihak manajamen Exclusive. Oleh karena itu, kami bersama korban juga akan melaporkan pihak manajemen Exclusive ke pihak Kepolisian," tegasnya.

Sementara itu, saat dimintai keterangan lebih lanjut terkait hal tersebut, pihak kepolisian Polsek Bogor Timur belum ada yang dapat memberikan penjelasan. (D2N)