DJ Ngamuk, Pengunjung THM Di Kota Bogor Jadi Korban Pengeroyokan



DJ Ngamuk, Pengunjung THM Di Kota Bogor Jadi Korban Pengeroyokan

87 Online News
Minggu, 14 Juni 2020

KOTA BOGOR - Pengunjung Tempat Hiburan Malam (THM) mengalami kekerasan dengan pengeroyokan, di diskotik 'Exclusive' (dulu X One), Jl. Siliwangi, Kota Bogor, Minggu dini hari (14/6/2020). Korban dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami luka di sekitar wajah, mata, dan kaki.

Dari informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 03:30 WIB. Korban bernama Imam Hasnan Fadholi (38), warga Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor,  langsung dibawa ke RS PMI untuk diberikan pengobatan, sekaligus visum.

"Dikeroyok oleh DJ Club Exlusive dan sejumlah orang yang diduga karyawan serta pengunjung club tersebut," ungkap Imam kepada awak media, usai membuat BAP di Polsek Bogor Timur.

Ia mengaku, dirinya datang ke Exclusive sekitar pukul 01.00 WIB, duduk di sofa lantai 2, beserta teman-teman dan istrinya. Sekitar pukul 03.30 WIB, suara musik berhenti, dan terdengar suara sangat keras dari seorang DJ bernama Eggy, "woi udah closing kali," tirunya.

Karena merasa kaget, sontak dia menghampiri DJ tersebut untuk menanyakan, "kenapa udah closing, padahal minuman kami masih banyak,". Dia melanjutkan, ketika sedang menanyakan, tiba-tiba DJ tersebut menendang hingga mengenai perutnya. Tak lama kemudian pihak security dan teman-temannya ikut melerai hingga turun ke area parkir.

"Ternyata diarea parkiran ini perkelahian semakin menjadi, Eggy dan teman-temannya kembali menyerang saya. Malahan terdengar suara letusan yang di sinyalir dari sebuah senjata softguns, dan ada juga yang membawa sajam sebuah samurai yang diacungkan dari pihak pengeroyok, malahan sempat saya di piting leher hingga berakibat memar merah dalam kejadian tersebut," tuturnya.

Korban menyampaikan telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Kepolisian. Penyidik, kata dia, langsung melakukan olah TKP guna mengumpulkan bukti. Kedepannya akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi.

Saat berita ini diterbitkan, tim redaksi sedang berupaya mengkonfirmasi ke pihak terkait untuk mendapat keterangan lebih lanjut. Sementara, pihak penyidik kepolisian belum bisa memberi keterangan demi kepentingan penyelidikan. (D2N)