Ketua FPII Setwil Jambi Siap Pidanakan Oknum Yang Catut Nama Media Libas News -->

Adsense




Ketua FPII Setwil Jambi Siap Pidanakan Oknum Yang Catut Nama Media Libas News

87 Online News
Minggu, 03 Mei 2020

JAMBI - Ketua FPII Setwil Jambi, Fikri Yanto, SH mengkritisi Apdesi Lampung terkait ada MOU atau kerjasama di bidang publikasi dengan Redaksi Media Libas News dan siap mempidanakan oknum tidak bertanggungjawab yang mencatut nama media Libas News.

Menurutnya, dalam kegiatan MoU itu ada yang mengatasnamakan Media Libas News maupun Media libas Nusantara, sedangkan pihak redaksi merasa tidak mengadakan kegiatan apapun.

"Belum pernah ada agenda atau tidak pernah mengadakan MOU kerjasama dengan pihak Apdesi Lampung tentang Publikasi maupun kegiatan apapun, justru saya baru tahu jika ada acara MOU dengan nilai kurang lebih puluhan juta di atas kuentasi yang mengatas namakan media kami," ungkap Fikri Yanto,SH yang juga Pimpinan Redaksi Libas News.

Pimred Libas News itu juga menegaskan, pihaknya tidak pernah melakukan kerjasama atau MoU dalam bentuk apapun kepada seluruh Kepala desa (Kades).

"Saya beritahukan, kalau Redaksi libas News tidak pernah melakukan kerjasama dalam hal publikasi desa, baik secara lisan maupun tulisan," tegas Fikri saat dijumpai di kantornya, Jumat (01/05/2020).

Ia menyebutkan, kerjasama publikasi desa merupakan hak perusahaan media dengan nama PT. Vivi Libas Mandiri. "Tapi ini malah tanpa kordinasi maupun pemberitahuan pada pihak perusahaan," imbuhnya.

Pimred meminta kepada Ketua Apdesi Lampung serta masyarakat agar kritis ketika bertemu oknum yang mengaku sebagai wartawan Libas News dan wartawan Libas Nusantara.

"Harus kritis dan bertanya balik, media Libas News yang dimaksud apakah media online Libas News. Pasalnya, banyak oknum yang mengaku berasal dari media Libas News dan media Libas Nusantara yang diasumsikan sendiri oleh narasumber sebagai wartawan Libas News," ujarnya.

Disamping itu, kata Fikri, bila oknum tersebut bersikeras mengaku dari media Libas News, maka langkah selanjutnya yang harus diambil adalah meminta identitas berupa id card atau langsung mengonfirmasi ke Redaksi Libas News.

"Seluruh wartawan kami, baik Media Libas Nusantara, maupun Media Libas News Online selalu dibekali tanda pengenal (ID Pers) dan terikat dengan kode etik jurnalistik. Saya tidak akan segan-segan memperkarakan oknum yang mencatut nama Media Libas News. Dan, bila ada narasumber yang merasa diperas langsung saja laporkan ke kepolisian," pintanya.

Kasus penipuan dan pemerasan yang kerap dilakukan oknum yang membawa-bawa nama wartawan sendiri, kata Fikri, selain memang meresahkan masyarakat maupun pejabat, juga dinilainya mencederai profesi wartawan.

"Wartawan sejatinya bertugas mencari berita sesuai fakta untuk kepentingan umum, bukan untuk keuntungan pribadi. Masyarakat juga harus membantu memerangi oknum-oknum wartawan semacam itu," jelasnya.

Terpisah, Harry Yulianto,SH salah satu tim penasihat hukum media libas news dan media libas nusantara menyampaikan, management akan mengambil tindakan hukum jika di belakang hari ada pihak-pihak yang mencoba membuat tuduhan maupun pencatutan yang bersifat negatif dan tidak berdasar kepada Media libas News dan Media libas Nusantara.

"Kami sudah mengantongi alat bukti, atas indikasi tuduhan salah satu pihak Apdesi Lampung terhadap Media Libas News yang dimaksud terdaftar di surat MOU kerjasama dengan Apdesi," ujarnya.

Pria yang saat ini aktif di organisasi advokat Peradi ini mengingatkan, jika ada upaya tuduhan mengarah kepada Media Libas News tanpa dasar yang kuat, pihaknya dan beberapa penasihat hukum lain akan mengambil langkah terukur.

"Kita lihat saja, kami juga menunggu kalau nanti mencatut nama media kita tanpa bukti, akan beresiko hukum. Media kami adalah media nasional berjaringan di seluruh Indonesia kami punya kantor dan bukan media abal-abal, silahkan cek," pungkasnya. (Red)