Kelurahan Babakan Pasar Distribusikan Bansos Tahap Pertama Dari Pemprov Jawa Barat



Kelurahan Babakan Pasar Distribusikan Bansos Tahap Pertama Dari Pemprov Jawa Barat

87 Online News
Senin, 11 Mei 2020

KOTA BOGOR - Kelurahan Babakan Pasar mendistribusikan bantuan sosial (Bansos) bagi masyarakat yang terdampak wabah covid-19 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bertempat di kantor Kelurahan Babakan Pasar, Jalan Roda Belong Kecamatan Bogor Tengah, Senin (11/5/20).

Lurah Babakan Pasar, Rena Da Frina mengatakan, pembagian bansos berupa sembako senilai Rp350 ribu dan uang tunai sebesar Rp150 ribu rupiah dari Provinsi hari ini adalah kloter pertama dengan jumlah awal 260 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disortir kembali menjadi 154 dan 106 sisanya merupakan data ganda.

"Kloter pertama ternyata ada kendala data ganda penerimanya, seperti penerima Bansos Pemkot, Bansos Pusat, Rasta dan PKH. Maka kita sortir kembali menjadi 154 totalnya hari ini yang kita bagikan. Kloter ke dua akan diagendakan pekan depan dengan melalui verifikasi yang mendetail, dengan kuota 900 per Kecamatan dan 250 kuota per Kelurahan," jelasnya.

Ia memaparkan, dengan total 1.907 data yang diajukan untuk Kelurahan Babakan Pasar, diluar penerima dari Rasta dan PKH dengan perincian secara keseluruhan adalah 232 penerima Bansos dari Pemkot Bogor dan 45 penerima Bansos dari Pemerintah pusat.

"Kami berharap seluruh warga disini menerima semua bantuan yang dialokasikann baik dari APBD maupun APBN, dan yang pasti penerima adalah betul-betul tepat sasaran," ungkap Rena.

Sementara itu, Jalalludin selaku Ketua RT 02/04 Kampung Pulo Geulis mengatakan, pembagian Bansos dari Provinsi Jawa Barat yang didapat oleh warganya di kloter pertama ini baru 9 KPM.

"Dua hari sebelumnya saya mendapat kabar dari pihak Kelurahan, untuk segera di informasikan bahwa hari ini ada pembagian Bansos. Cuma yang sesalkan masih banyak data penerima yang ganda, termasuk yang sudah meninggal masih terdata dan masuk dalam KPM. 

Oleh karena itu, Ia berharap agar pemerintah mempercayakan pendataan kepada pihak RT dan RW supaya tidak terjadi tumpang tindih karena masih menggunakan data lama, sehingga memperlambat proses pendistribusian.

"Untuk bansos dari Pemkot yang diterima warga RT 02/04 hanya 22 KK, 3 KK penerima bansos pusat. Semoga kedepannya pihak terkait lebih cermat dalam melakukan pendataan dan jangan sampai data yang sudah diajukan malahan tidak masuk," harap Jalal.

Diding salah seorang penerima bansos dari Provinsi mengaku sangat senang atas bantuan yang diterimanya hari ini, yang mana sebelumnya tidak ada sama sekali bantuan yang diterima.

"Saya bersyukur hari ini mendapatkan bansos ini, cukup lama menunggu untuk informasi bantuan apapun. Bansos yang saya terima berupa sembako senilai Rp350 ribu dan uang sebesar Rp150 ribu ini sangat bermanfaat untuk keluarg," pungkasnya. (D2N)