Bupati Bogor Resmikan Diklat BPSDM Sebagai Pusat Isolasi Covid-19 -->

Adsense




Bupati Bogor Resmikan Diklat BPSDM Sebagai Pusat Isolasi Covid-19

87 Online News
Senin, 18 Mei 2020

KAB.BOGOR - Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Wisma Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjadi Pusat Isolasi mandiri Covid-19 untuk Kabupaten Bogor, di Jalan Kemang, Bogor, Minggu (17/05/2020).

Peresmian tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, dihadiri Kepala BPDSM Kemendagri, Teguh Setyabudi didampingi jajaran Forkompimda, Sekda dan para Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor, para Dirut RSUD dan tamu undangan lainnya.

Pusat Isolasi Covid-19 Kabupaten Bogor terdiri dari 44 kamar dengan 168 tempat tidur untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Fasilitas ini dilengkapi dengan lab, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang farmasi, ruang gizi, laundry, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), ruang sekretariat dan ruang tidur untuk tenaga kesehatan.

"Pusat isolasi Covid-19 berfungsi sebagai lokasi untuk singgah karantina bagi ODP maupun PDP guna mengantisipasi meningkatnya jumlah ODP maupun PDP di Kabupaten Bogor yang mengakibatkan daya tampung lima rumah sakit rujukan perlu mendapat tambahan. Lima rumah sakit rujukan tersebut terdiri dari empat RSUD dan satu rumah sakit paru," tutur Bupati Bogor, Ade Yasin.

Bupati mengatakan, peresmian dilakukan setelah melalui prosedur standarisasi dalam dua bulan terakhir. "Saat ini tenaga medis telah siap untuk menerima pasien di fasilitas ini," imbuhnya.

Menurut data terakhir jumlah pasien positif terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor, sebanyak 173 pasien, dinyatakan sembuh sebanyak 33 pasien dan meninggal sebanyak 11 pasien.

Sedangkan ODP tercatat sebanyak 1.488 orang, di antaranya sebanyak 1.240 orang sudah selesai menjalani pemantauan dan PDP tercatat sebanyak 1.381 orang, 898 diantaranya sudah selesai menjalani pengawasan. Terdapat 70 PDP yang meninggal sebelum dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. (Igon)