Pemberlakuan Karantina Parsial Di Kota Bogor Menuai Kericuhan Antar Warga -->

Adsense




Pemberlakuan Karantina Parsial Di Kota Bogor Menuai Kericuhan Antar Warga

87 Online News
Rabu, 15 April 2020

KOTA BOGOR - Pemberlakuan karantina parsial akhirnya membawa permasalahan, tadi malam (Selasa, 14/4/2020) ribuan warga Kampung Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor menyerbu warga Kampung Lebak Pasar. 

Menurut Jalalludin selaku Ketua Rt 02 Rw 04 menuturkan, peristiwa bermula saat salah satu anak Tata Sumitra selaku Ketua Rt 05 Rw 04 yang hendak pulang dan melewati akses jalan penjagaan karantina, namun tidak diijinkan oleh sekelompok pemuda yang sedang berjaga dan diduga dalam keadaan mabuk.

"Kejadiannya selepas magrib, anak dari Ketua Rt 05 yang biasa di panggil Wiwi pulang dari tempat kerja dan sudah biasa lewat jalan tersebut. Padahal mereka (para penjaga,red) tahu dia anak Rt 005, tetapi tetap tidak diperbolehkan masuk. Dan diduga mereka yang sedang jaga dengan jumlah 7 anak muda ini dalam keadaan mabuk, tapi Wiwi bersikeras untuk lewat dan akhir dia bisa pulang ke rumahnya," kata Jalal kepada wartawan.

Sesampainya dirumah, masih kata Jalal, Wiwi langsung menghubungi orang tuanya, untuk memberitahukan permasalahan tersebut. "Kemudian, Tata langsung bergegas menuju rumah Ketua Rw 03 dan mengajak untuk berbarengan menuju lokasi," imbuhnya.

Dengan didampingi Ketua Rw 03, Tata menanyakan perihal anaknya yang tidak diperbolehkan masuk Kampung Pulo Geulis kepada para pemuda yang sedang berjaga.

"Siapa yang melarang masuk anak saya?" kata ketua Rt Tata, oleh salah satu anak muda di Jawab dengan bahasa kasar " aing " (saya), karuan saja Pak Rt langsung marah dan menampar pemuda itu, tidak berselang lama keributan pun terjadi dan para pemuda yang berjumlah 7 orang ini memukuli Tata Ketua Rt 05," ungkap Jalal.

Setelah kejadian pemukulan tersebut menurutnya, para pelaku melarikan diri tidak tahu kemana. Tanpa ada himbauan dan ajakan, dalam waktu yang singkat ribuan warga sudah berkumpul didepan Kantor Kelurahan Babakan Pasar untuk mencari para pelaku.

"Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, saya segera menghubungi pihak Bimas dan Babinsa wilayah untuk meminta bantuan pengamanan di lokasi, tapi massa tidak bisa terkendali, sementara salah satu pelaku diamankan dan dibawa ke Polsek Bogor Tengah untuk menghindari amukan massa," tambah Jalal.

Lanjut Jalal menyebutkan, pada pukul 20.00 Wib, Ia mendapat kabar bahwa ada provokasi dari pemuda warga Lebak Pasar, yang mengajak kerusuhan melalui media sosial dan pesan whatsapp, sontak saja ribuan warga pun merangsek dan mencari keberadaan oknum pemuda tersebut.

"Tidak lama kemudian, tersiar kabar anak muda yang memprovokasi pun diamankan dari rumahnya. Selama dalam perjalanan, pelaku provokasi tersebut tak luput dari pukulan warga yang geram dengan cuitan dan ajakan yang sangat membuat marah warga Kampung Pulo Geulis," ujar Ketua Rt 02 yang juga menjabat sebagai Ketua Rayon di KB FKPPI.

Sementara itu, tambahnya, Pihak Kepolisian segera mengamankan para pemuda yang ditaksir masih berumur 16 tahun ke markas Polsek Bogor Tengah.

"Masyarakatpun berangsur-angsur mulai meninggalkan area Kantor Kelurahan Babakan Pasar, yang sebelumnya sudah diberikan himbauan oleh pihak pengurus Rw, Rt serta pihak Kepolisian untuk tetap menjaga keharmonisan dan kerukunan antar warga," pungkasnya.(D2N)