Ketua Umum Mapan Indonesia Meminta Kapoldasu Mencopot Dan Periksa Kapolsek Bosar Maligas Serta Kasat Narkoba Polres Simalungun



Ketua Umum Mapan Indonesia Meminta Kapoldasu Mencopot Dan Periksa Kapolsek Bosar Maligas Serta Kasat Narkoba Polres Simalungun

87 Online News
Sabtu, 11 April 2020

SUMATERA UTARA - Terkait penangkapan Bandar Narkoba dan Judi Togel yang dilakukan oleh Polsek Bosar Maligas pada tanggal 03 April 2020, perjalanan proses hukumnya menuai kritikan dari berbagai kalangan, pasalnya Budianto warga Huta 1 Simpang Pete Nagori Sei Torop diduga telah memperdaya oknum Kepolisian untuk meringankan hukumannya.

Diketahui, Budianto saat ditangkap oleh anggota Polsek Bosar Maligas berikut barang bukti yang disita dari rumah pelaku di Huta I Simpang Pete, Nagori Sei Torop, Kecamatan Bosar Maligas diantaranya, lima plastik kecil diduga berisi Narkoba jenis Sabu, uang kertas lembaran rupiah diantaranya Rp 2 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu dan Rp100 ribu, satu buah pulpen dan dua buah notes yang diduga berisi angka pembelian togel.

Namun sangat disayangkan, menurut keterangan Sat Narkoba Polres Simalungun mengatakan, Bahwa barang bukti  pelaku Budianto hanya satu buah alat hisap (Bong) dan satu buah plastik kecil, ada beberapa barang bukti yang diduga di rusak atau hilang, sehingga keterangan Satnarkoba Polres Simalungun tersebut mendapat reaksi keras warga Nagori Sei Torop. Warga menilai oknum-oknum Polisi yang ada di Polsek Bosar Maligas dan Pores Simalungun tidak berkerja secara profesional sehingga menimbulkan keresahan warga.

Terkait hal itu, Ketum Masyarakat Peduli Anti NarKoba (MAPAN) Idonesia, PSF Parulian Hutahaean meminta Kapoldasu harus tegas dalam menangani Persoalan Narkoba dan Judi yang diduga terindikasi dipermainkan oleh oknum - oknum anggota polisi di Polsek Bosar Maligas dan Polres Simalungun.

"Jangan main-main dan jangan hanya slogan saja, bukti sudah ada di Polres Simalungun dan Polsek Bosar Maligas, ada permainan pada BAP bandar Togel dan Narkoba atas nama  pelaku Budianto," tegas pria yang akrab disapa Ruli, melalui Pers Rilis yang diterima Redaksi, Sabtu (11/4/2020).

Menurutnya, Kapoldasu yang dari awal duduk sebagai Kapolda di wilayah Sumut sangat gencar menyuarakan berantas judi Togel dan Narkoba, namun itu dianggap sia-sia bila Kapoldasu tidak bisa menghukum oknum anggota kepolisian yang mempermikan hukum untuk melindungi para Bandar Narkoba serta Bandar Judi Togel dari jeratan hukum. 

"Kapoldasu kita minta mengekspos juga para anggotanya yang mempermainkan hukum, banyak yang hilang kasus Narkoba dan Judi Togel seperti di Wilayah Polres Padang Sidempuan, Tanjung Balai dan Polrestabes Medan," ungkap Parulian Hutahaen.

Sebelumnya diberitakan bahwa AKP Edwar, selaku Kasat Resnarkoba Polres Simalungun memberikan keterangan atas penangkapan pelaku Budianto, Polisi mengamankan barang bukti satu buah alat hisap (bong) dan satu buah plastik kecil diduga berisi narkoba jenis sabu. Setelah mendapat reaksi dari publik, ahirnya pada Jum'at 10 April 2020, Kasat Narkoba kembali memberikan keterangan bahwa pelaku Budianto ditangkap beserta barang bukti uang Sejumlah Rp 1.340.000 (Satu juta tiga ratus empat puluh rupiah) dan Lima pastik kecil diduga berisi Narkoba, serta sebuah telepon genggam nokia warna hitam. 

"Mapan Indonesia akan kawal sampai kepersidangan, kita meminta agar pihak Paminal/Propam menindak pelaku-pelaku rekayasa BAP bandar Narkoba atas nama Budianto. Walau BAP nya sudah di rubah, namun oknum-oknum tersebut sudah mencoreng Institusi Polri, itu bukan kesalahan melainkan kesengajaan," kata Ketua Umum MAPAN Indonesia.

Ia meminta Paminal harus usut sampai tuntas dan mengumumkan kepada publik atas proses tidakan yang diberikan pada pelaku oknum polisi yang terlibat terkait dengan tidak adanya pelimpahan barang bukti Judi togel ke Polres Simalungun Kapolsek Bosar Maligas selaku penanggung jawab juga harus di periksa.

"MAPAN Indonesia meminta agar Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin Siregar, segera mencopot Kapolsek Bosar Maligas AKP Gering Damanik dan Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Edwar SH yang sudah mempermalukan Institusi Polri," paungkasnya. (Ksh/red)