Begini Nasib Driver Ojol Dan Sopir Angkot Ditengah Wabah Corona



Begini Nasib Driver Ojol Dan Sopir Angkot Ditengah Wabah Corona

87 Online News
Jumat, 03 April 2020

KOTA BOGOR - Dampak wabah virus corona semakin mengerikan dari segi perekonomian, terutama para pencari rezeqi seperti pengemudi angkutan umum (Angkot) dan pengemudi Ojek Online (Ojol), apalagi semenjak sekolah diliburkan dan para pekerja kantoran dibatasi jam kerja serta tempat wisata ditutup atas instruksi pemerintah.

Seperti yang dikeluhkan Uning, salah satu perwakilan "para pencari rupiah di jalanan" semenjak wabah Covid-19 merajalela berimbas dengan anjloknya pemdapatan dari angkotnya.

"Sangat berat sekali kang, kami disini ada yang sudah ngetem sampai 7 jam belum dapet sewa sama sekali. Harapan kami hanya dari para penumpang kereta api yang dulu biasanya setiap 15 menit kereta datang, sekarang satu jam sekali baru sampai di Statsiun Bogor," kepada wartawan di shelter Paledang tempat biasa ngetem puluhan supir angkot trayek 02 dan 03 jurusan Bubulak -Bogor, Jum'at (3/04/20).

Hal serupa dialami Zulkifli. Ia mengaku sebelum adanya wabah virus corona, para pengemudi angkutan umum sejak pagi hingga sore hari biasanya sudah mengantongi penghasilan bersih sedikitnya Rp 200.000.

"Sekarang, mencari Rp 30.000 sangat susah dikarenakan penumpangnya tidak ada. Kita disini sangat merasakan dampak dari wabah corona yang berimbas dengan penghasilan kita semua. Sedangkan setoran angkot bervariasi dari Rp 120.000 sampai Rp 150.000 perharinya sangat berat untuk saat ini, belum tanggungan keluarga dirumah. Semoga keadaan seperti ini bisa cepat berlalu dan kembali normal lagi," tuturnya.

Terpisah, M.Shidiq selaku driver ojek online yang baru 2 hari hijrah dari Jakarta ke Kota  Bogor akibat pemberlakuan karantina wilayah di Jakarta mengatakan, biasanya sejak pukul 00.00 Wib hingga sore pemdapatan masih normal yaitu 30 trip.

"Tapi sekarang dari pagi sampai sore, baru dapat 2 trip, kalau diuangkan hanya sekitar 20 ribuan kang. Sangat berat dan menjerit hati saya kalau bisa diucapkan, anak dan istri tetap menunggu hasil dari ngojek saya," ungkap driver ojol yang mengaku warga Ciawim

Menurut informasi yang didapat dari para pengemudi angkot, bahwa seminggu yang lalu pihak Organda sudah mendata dan mengumpulkan KTP dari para supir untuk penerimaan subsidi, tetapi sampai detik ini belum terealisasi. (D2N)