Dampak Virus Corona, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok dan Buah Melonjak



Dampak Virus Corona, Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok dan Buah Melonjak

87 Online News
Senin, 16 Maret 2020

KOTA BOGOR - Merebaknya virus corona  (Covid 19) di Indonesia, selain menimbulkan keresahan di masyarakat  akibat dari virus ini juga berdampak pada harga dan kelangkaan sebagaian kebutuhan pokok di sejumlah daerah, salah satunya di Kota Bogor.

Nurhamidah (40) pemilik toko Sembako Joko Tole yang berada di Pasar Jambu Dua menuturkan, semenjak dampak virus corona ada beberapa item bahan sembako yang sangat langka dan diiringi dengan kenaikan harga.

"Salah satunya, harga gula pasir dan gula merah yang naik secara drastis, awalnya Rp 9 ribu per kilo, sekarang naik jadi Rp 17 ribu perkilonya. Termasuk bawang bombay yang awalnya kisaran Rp 70 ribu perkilo perhari ini dijual seharga Rp180 ribu per kilo," tuturnya saat ditemui Reporter 87onlinenews.com di Pasar Induk Jambu Dua, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Senin (16/03/20 ).

Menurutnya, bahan-bahan untuk herbal juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi, seperti kapulaga, kayu manis, cengkeh yang tidak dibarengi dengan ketersediaan stock barangnya.

"Yang paling dominan untuk bahan herbal yang banyak dicari terutama kapulaga dan kayu manis, mungkin karena banyak pemberitaan terkait obat-obat penangkal virus corona, sehingga daya beli masyarakat sangat tinggi sehingga semakin langka dan harganya pun makin melejit," ujar Ibu paruh baya yang akrab disapa Ida.

Senada diungkapkan Ida, Asep (35) salah satu pedagang buah di Pasar tersebut mengatakan, akibat merebaknya isu virus corona, harga buah-buahan import pun ikut melonjak. Kendati demikian, naiknya harga buah-buahan tersebut justru menaikan omset penjualannya.

"Sejak corona merebak, untuk buah-buahan import melonjak harganya seperti anggur yang kisaran awal Rp 40 ribu sekarang jadi Rp 150 ribu perkilonya, sehingga pembeli beralih ke buah-buahan lokal seperti jeruk medan, pepaya, buah naga dan alpukat yang mengalami peningkatan daya belinya hingga 150 persen," paparnya.

Ia mengaku, seperti biasanya sejak pukul 
07.00 Wib sampai Pukul 11.00 Wib hanya mendapatkan omset penjualan sekitar Rp 1 juta. "Sekarang omset naik, khususnya hari senin ini menjadi Rp2,5 juta sampai siang tadi," pungkasnya. (D2N)