Jokowi Berpesan Agar Pemerintah Daerah dan Masyarakat Tanam Pohon Vetiver -->

Adsense




Jokowi Berpesan Agar Pemerintah Daerah dan Masyarakat Tanam Pohon Vetiver

87 Online News
Selasa, 04 Februari 2020

KAB.BOGOR - Indonesia rentan terhadap ancaman bencana, salah satu ancaman bencana yang sering terjadi setiap tahunnya pada musim hujan adalah banjir dan tanah longsor. 

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Republik Indonesia, H. Joko Widodo saat memberikan sambutan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2020 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Selasa (04/02/20). 

"Oleh karena itu, agar pemerintah daerah dan masyarakat melakukan kegiatan vegetatif seperti menanam bibit vetiver, jangan hanya urusan fisik saja yang dilakukan saat terjadi bencana banjir dan tanah longsor," tegas Jokowi.
 
Menurutnya, vetiver atau akar wangi yang ditanam dalam jangka satu tahun, akarnya bisa mencapai satu meter. Dan, dalam tiga sampai empat tahun akarnya bisa empat meter, harganya pun relatif murah.

"Ini harus dikenalkan dan disebarkan bibitnya ke daerah-daerah rawan banjir dan tanah longsor, harga untuk satu bibit vetiver relatif murah, satu batang hanya Rp2 ribu," ujar presiden Jokowi.

Jokowi mencontohkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang tertarik memesan bibit vetiver. Kendati demikian, presiden meminta agar tidak semua kepala daerah tak meminta kepada pemerintah pusat.

"Kemarin gubernur Jawa Barat langsung pesen 'Pak, Jabar butuh 50 juta bibit vetiver'. Saya bilang separuh diupayakan sendiri, separuh dari pusat. Jangan semuanya dari pusat, tapi harus dibagi-bagi," ucapnya yang disambut gelak ketawa peserta Rakornas.

Jokowi menambahkan, dalam menghadapi bencana seperti tsunami, tanah longsor, dan banjir harus ada solusi permanen.

"Kita tahu, kita ini berada di kawasan yang sering gempa bumi yang kemungkinan menimbulkan tsunami. Semua harus diingatkan, terutama kepada masyarakat dan harus ada solusi permanen. Jangan sampai setiap tahun kita ngurusi pengungsi, ngurusi bangunan fisik," pungkas Jokowi.(D2N )