FPII Setwil Lampung Meminta Polres Lampung Utara Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan -->

Adsense




FPII Setwil Lampung Meminta Polres Lampung Utara Segera Tangkap Pelaku Pengeroyokan Terhadap Wartawan

87 Online News
Jumat, 07 Februari 2020

LAMPUNG - Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Setwil Lampung, mengutuk keras pengeroyokan dan penganiayayaan yang dilakukan oleh segerombolan preman terhadap Eprizal salah seorang Jurnalis SKM Buser yang terjadi pada hari rabu ( 05-02-2020 ) di salah satu rumah makan di Bukit Kemuning, Lampung Utara.

Ketua FPII Sekretariat Wilayah Provinsi Lampung, Aminudin meminta kepada Pihak kepolisian Lampung Utara untuk segera menangkap kawanan preman yang sudah melakukan penganiayaan tersebut.

"Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Lampung Utara, oleh sebab itu saya minta pihak kepolian segerera melakukan penangkapan terhadap pelaku pengeroyokan, karna ini sudah jelas- jelas perbuatan kriminal," tegas Aminudin, Rabu (07/01/2020).

Ia berharap kepada pihak kepolisian pelaku pengeroyokan dikenakan pasal berlapis, selain pasal penganiyayaan dan pengeroyokan juga harus dikenakan pasal pelanggaran undang- undang No 40 Tahun 1999 pasal 18. 

"Karena kasus pengeroyokan ini bermula dari Eprijal yang memberitakan kepala sekolah SD Negeri Ujan Mas, Kecamatan Gunung Labuhan Kabupaten Waykanan yang diduga merasa terganggu serta menolak di konfirmasi," ungkapnya.

Diketahui tindakan pengeroyokan oleh segerombolan preman terhadap wartawan yang diketahui bernama Eprizal di  rumah makan Ayumi, tepatnya di kecamatan bukit kemuning lampung utara rabu ( 05-02-2020 )

Saat di konfirmasi Eprizal menuturkan, sebelum terjadi pengeroyokan, dirinya mendapat telpon oleh seseorang yang mengaku bernama Herman. Didalam percakapan telpon herman mengajak Eprizal untuk bertemu dengan alasan ingin ngajak makan. 

"Setibanya dirumah makan ayumi saya dan rekannya di suruh ngopi dulu, setelah ngopi, salah satu preman suruhan kepala Sekolah Suslana S.Pd mengajak saya dan rekannya bernama Ade Irawan untuk menemui Suslama S.Pd selaku kepala sekolah di rumahnya di Baradatu, namun saya menolak," tuturnya.

Mendengar bahwa Eprizal enggan mengikuti kemauannya, maka Herman  emosi dan marah serta langsung mengayunkan bodem mentahnya ke arah kepala tepatnya di bagian kening eprizal yang sedang duduk. "Setelah itu Herman mencabut badik dan mengancam akan ditikamkan ke arah saya, namun di lerai oleh Ade Irawan salah satu rekan dari media online," sambungnya.

Setelah mencabut badik yang diarah ke Eprizal dan di lerai oleh Ade Irawan, dua rekan Herman langsung mengeroyok Eprizal dengan memukul mengunakan bodem mentah bertubi-tubi ke arah  muka dan kepala Eprizal sehingga mengakibatkan luka di wajah bagian kiri dan kanan.

Setelah kejadian ini  Eprizal yang bersimbah darah dan lemas langsung di larikan ke puskesmas terdekat, untuk dilakukan pengobatan dan visum.

"Kemudian langsung melapor ke Polsek Bukit Kemuning. Karna mendengar informasi rekan Herman  yang lain inggin datang ke Polsek Bukit Kemuning, maka pihak  Polsek pun mengarahkan saya untuk melapor ke Polres Lampung Utara guna mencegah hal- hal yang tidak diinginkan. Kemudian dilaporkan ke Polres Lampung Utara dengan Surat Tanda Laporan ( STPL) nomor stpl 132/B-1/II/2020/ POLDA LAMPUNG/DPKT RES LU," papar Eprizal.

Sementara itu, Ade Irawan rekan korban mengatakan, andai saja  tidak lerai dan menyambar pisau milik Herman kemungkinan Eprizal mendapat luka tusukan.

"Bahkan, sebelum Herman dan teman-temannya meninggalkan lokasi kejadian, Herman menantang bahwa tidak ada satupun yang bisa dan berani menangkap dirinya. Karena merasa dirinya tokoh diwilayahnya, dengan nada lantang dan penuh amarah," kata Ade Irawan.

Sampai berita ini di terbitkan, belum mendapat konfirmasi dari pihak kepolisian atas laporan ini, karna sedang di dalami oleh pihak kepolisian. (*)

Sumber : FPII Setwil Lampung