Viralnya Berita Dugaan Gelapkan Anggaran Media TA 2018 di Diskominfo Inhil, Ketua Setwil FPII Riau Angkat Bicara



Viralnya Berita Dugaan Gelapkan Anggaran Media TA 2018 di Diskominfo Inhil, Ketua Setwil FPII Riau Angkat Bicara

87 Online News
Sabtu, 04 Januari 2020

RIAU - Viralnya Pemberitaan yang muncul di sejumlah media online yang ada di Provinsi Riau, maupun media Nasional terkait Dugaan Penggelapan Anggaran Media pada Tahun Anggaran 2018 oleh Diskominfo Kabupaten Indra Giri Hilir (Inhil) membuat Ketua Setwil FPII Provinsi Riau, Ismail Sarlata berang dan angkat bicara.

Ia sangat menyayangkan sikap Kadis dan Kabid Diskominfo Kabupaten Inhil yang terkesan dan atau diduga gelapkan anggaran untuk media pada TA 2018 yang sudah dialami oleh salah satu owner yang berinisial "HZ".

Dengan adanya hal tersebut, Ismail meminta kepada Bupati Kabupaten Inhil agar segera mengambil tindakan tegas terhadap kedua Oknum Dinas Kominfo, serta meminta kepada BPK agar segera melakukan audit pelaksanaan anggaran media pada TA 2018 hingga TA 2019. Karena menurut Ismail Sarlata, bahwa penggunaan anggaran publikasikan di tahun tersebut diduga kuat sudah cacat hukum dan menyalahi aturan yang ada.

"Mana ada Anggaran Publikasi TA 2018 di bayarkan di tahun berikutnya, jadi ini sudah sangat perlu di perjelas oleh Diskominfo, dan ini sudah cukup kuat adanya dugaan penggelapan yang dilakukan oleh kedua Oknum Dinas Kominfo Inhil," ujar Ismail.

Oleh sebab itu, sebagaimana informasi yang mencuat saat ini di kalangan media sangat patut untuk dipertanyakan, atas dasar apa pembayaran yang seharusnya dibayarkan di anggaran tahun yang sama, lantas dibayarkan pada tahun berikutnya yakni tahun 2019.

Ketua FPII Setwil Riau, mengatakan dalam waktu dekat akan segera mendatangi SKPD tersebut yakni Kominfo Kabupaten Inhil serta Bupati dan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir untuk mempertanyakan dan segera lakukan Hearing. "Jika hal ini tidak dilakukan, maka Bupati dan DPRD Kabupaten Indragiri Hilir diduga ikut melegalkan tindakan SKPD tersebut (Diskominfo) dengan dugaan penggelapan dana publikasikan media ataupun dugaan penggelapan uang Perusahaan Pers yang ada di Kabupaten tersebut," kata Ismail.

Ia meminta kepada seluruh rekan rekan media, agar terus melakukan pengawasan bersama terkait masalah ini. "Jangan sampai yang seharusnya anggaran atau hak untuk media malah di rampas oleh orang-orang yang tidak Bertanggung jawab," pungkas Ismail.

Sumber Resmi : Setwil FPII Riau & Deputi Jaringan Presidium FPII