Menyusuri Keindahan Destinasi Wisata Di Desa Wisata Experiential Kalongliud -->

Adsense




Menyusuri Keindahan Destinasi Wisata Di Desa Wisata Experiential Kalongliud

87 Online News
Senin, 13 Januari 2020

KAB.BOGOR - Desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, merupakan salah satu desa diwilayah Barat Kabupaten Bogor yang memiliki berbagai potensi dan keindahan alam. Dengan luas lahan 329 hektar, 140 hektar diantaranya merupakan area persawahan dan 9000 jiwa penduduknya, 362 jiwa bermata pencaharian sebagai petani. 

Kepala desa Kalongliud, Jani Nurjaman menuturkan sesuai potensi yang ada di Kalongliud diantaranya kawasan pertanian, pemerintah desa melalui dana desa yang dikelola oleh BUMDes "Berkah Bersama" membangun kawasan tersebut menjadi Desa Wisata Experiential.


Menurutnya, setelah melakukan maping sosial khusus untuk potensi-potensi pertanian yang ada di desa Kalongliud dengan melibatkan tim ahli dari Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) selama 6 bulan. 

"Berdasarkan dari tim AELI tersebut, Pemerintah desa melanjutkan bersama Karang Taruna desa untuk melakukan kegiatan-kegiatan ini serta bekerjasama dengan BUMdes untuk menggali potensi khususnya dibidang wisata," tutur Jani Nurjaman, saat ditemui di kediamannya, Minggu (12/1/2020).


Ia mengatakan, salah satunya wisata yang di kedepankan yaitu Wisata Kalongliud Experiential, yang mana wisata ini melibatkan aktivitas masyarakat yang bisa dilakukan oleh wisatawan. 

"Mungkin ada perbedaan dengan wisata-wisata lain, disamping melakukan arung jeram, wisatawan juga bisa melakukan bagaimana cara menanam padi (tandur), mencari belut, hingga memandikan kerbau," kata Kepala desa yang juga Ketua APDESI Kecamatan Nanggung.


Selain dikelilingi area persawahan dan panorama pegunungan yang membuat Kalongliud seperti lukisan hijau agak kekuningan, Kalongliud juga dilintasi oleh Sungai Cikaniki yang membatasi Kalongliud dengan desa-desa lain disekitarnya. Sungai Cikaniki inilah yang juga diangkat dan digali potensinya untuk dijadikan area River Tubing Adventure dan Rafting.

"Alhamdulillah, respon dari warga masyarakat dan respon dari wisatawan juga cukup bagus. Bahkan senang dan banyak kesan, karena para wisatawan disini bukan hanya melihat hamparan pesawahan, berfoto-foto di tengah pesawahan, melakukan dan mengetahui cara bercocok tanam, tandur, cara memandikan kerbau saja. Tetapi mereka ini bisa melakukan kegiatan tubing atau rafting dan arung jeram di desa Kalongliud," paparnya.


Selain itu, di desa wisata ini bisa kita temui jajanan kuliner khas Kalongliud, display hasil karya seni pahat dan ukir
serta masih ada beberapa kegiatan yang bisa anda kunjungi seperti Goa Lalai, Bank Sampah Sehat Sejahtera dan Kampung Ramah Lingkungan.

Ia menyebutkan, untuk berwisata ke Desa Wisata Kalongliud ini tidak perlu banyak mengeluarkan biaya. Hanya dengan Rp 120 ribu per paket untuk satu orang dengan hitungan per paket minimal 5 orang, harga tersebut sudah termasuk makan nasi liwet dan asuransi.


"Karena wisata ini merupakan wisata alam, apalagi tubing dan rafting resikonya sangat tinggi. Maka kita bekerjasama dengan asuransi, agar wisatawan ini terdaftar di asuransi," jelasnya.

Jika wisatawan yang akan menginap, lanjutnya, ditempat wisata ini sudah tersedia 6 (enam) homestay dengan kapasitas 4 (empat) sampai 5 (lima) orang. "Kita juga melihat kapasitas rumah," imbuhnya.

Menurutnya, meskipun masih terbilang baru, destiansi alam yang mulai beroperasi pada bulan Juni 2019 ini sudah banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai komunitas, seperti tim kayak marathon serta tim komunitas sepeda yang datang dari berbagai daerah yang berkeliling menikmati suasana sekitar area pesawahan. 

"Untuk area pesawahan yang kami cadangkan untuk wisata pertanian ada 45 hektar dan untuk jalur tubing dan arung jeram sekitar 4 KM sepanjang jalur Sungai Cikaniki," ungkapnya.


Dalam pengembangan desa wisata ini, Ia sangat mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor, dalam hal ini Dinas Pariwisata mulai dari sarana dan prasarana hingga penganggaran untuk pembangunan potensi-potensi yang saat ini masih belum dikembangkan.

"Kalau support dari dinas pariwisata sudah ada, tetapi hanya sebatas pelatihan tim kemanan tubing agar mendapat sertifikat. Kalau support ke anggaran untuk pengembangan wisata ini belum ada, untuk itu, kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor sangat ditunggu bantuannya, baik dari segi peningkatan SDM agar wisata desa kalong liud ini bisa benar benar menjadi area wisata yang diunggulkan dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat desa Kalongliud," pungkasnya. (IB)