Kapolsek Cibadak Kunjungi Anak Yatim Piatu Penjual Gorengan



Kapolsek Cibadak Kunjungi Anak Yatim Piatu Penjual Gorengan

87 Online News
Jumat, 17 Januari 2020

Sukabumi - Kapolsek Cibadak Kompol H. Hadi Santoso didampingi ibu - ibu bayangkari kunjungi anak yatim - piatu penjual gorengan kakak - adik Lastri Sri Rahayu (15) dan Rahmi (10) di Kp. Kamandoran RT02, RW 04 Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Jumat (17/01/2020).

Kapolsek Cibadak beserta rombongan tiba dikediaman kedua anak yatim - piatu tersebut sekira pukul 15:00 WIB langsung berbincang dengan pihak keluarga. Tidak hanya itu," kapolsek memberikan bantuan paket sembako dan santunan kepada Lastri dan Rahmi.

Kompol H. Hadi Santoso kepada media Mengatakan," pihaknya bersama Bayangkari Ranting Cibadak semata mata dengan tulus ikhlas lahir batin ingin bersilaturahmi dan meninjau langsung kedua anak yatim tersebut. Setelah membaca berita di media sosial dirinya langsung berinisiatif dan harus mengunjungi mereka. Kebetulan kami ada sedikit rezeki untuk berbagi mudah-mudahan bermanfaat,"tuturnya.

Kapolsek mengaku," bersedia mengadopsi juga mengurus Lastri dan Rahmi, kedua anak itu akan saya sekolahkan itupun kalau mereka mau. Namun begitu, dirinya berjanji akan lebih sering berkunjung kapanpun ada waktu untuk membantu kesulitan mereka, saya sangat terharu dengan usianya yang masih sangat belia sudah kehilangan kedua orangtuanya. Dan kebetulan bapaknya anak tersebut adalah korban sumur beracun beberapa waktu lalu.

Sebagai pengayom dan pelayan masyarakat sudah sewajarnya saya melindungi anak itu dan saya berpesan kepada ananda Lastri dan Rahmi agar senantiasa tabah atas cobaan yang diberikan allah SWT. Saya yakinkan bahwa dibalik ini semua ada rencana allah tersembunyi untuk kebahagian ananda Lastri dan Rahmi dikemudian hari," tutupnya. 

Sementara itu," Lastri mengaku sangat senang mendapat kunjungan dari Kapolsek Cibadak. Setelah ramai dimedsos banyak orang yang berkunjung ke rumah dari sekedar memberikan santunan, bantuan sembako hingga yang mau mendopsi serta menjamin pendidikan dirinya beserta adiknya Rahmi,"ungkapnya. 

Dari informasi yang berhasil dihimpun 87 Onlinenews.com, Lastri baru duduk dibangku kelas IX SMP sedangkan Rahmi baru duduk kelas V Sekolah Dasar (SD). Setiap harinya selepas sekolah untuk bertahan hidup keduanya berjualan gorengan secara keliling dari hasil yang didapat dipakai untuk keperluan sekolah dan biaya makan sehari - hari. ( DR)