Tolak Gerakan Intoleran, Ormas Se-Kota Bogor Deklarasikan "Bogor Adem"



Tolak Gerakan Intoleran, Ormas Se-Kota Bogor Deklarasikan "Bogor Adem"

87 Online News
Senin, 09 Desember 2019

KOTA BOGOR - Puluhan Pemuka agama, Lembaga Islam serta Organisasi kemasyarakatan menggelar dialog dan silaturahmi yang di Majlis Ponpes Al - Ghozali Jalan Dr.Semeru Kecamatan Bogor Tengah, Senin (09/12/19).

Dalam kegiatan yang di motori oleh Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Bogor itu, Turmudi Hudri selaku inisiator dari dialog dan silaturahmi dengan memberi nama "Bogor Adem" menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan silaturahmi dari beberapa ormas dan  lembaga yang terkumpul kurang lebih 80 ormas.

"Tujuan dilaksanakan silaturahmi ini adalah desakan dari teman-teman guna menolak gerakan intolerant atau ujaran kebencian, dimana kita sama sama malam ini sekaligus mendeklarasikan Bogor Adem atau Bogor Damai dalam artian nyaman damai sejuk tidak ada konflik, isu politik," ujar Hudri yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris MUI Kota Bogor.

Lanjut Hudri menekankan, isu politik boleh berkembang namun jangan malah menjadi disintegrasi bangsa,
dan terlepas ada atau tidak adanya kaitan dengan kejadian di Solo Wallahu'alam.

"Apapun gerakan yang mereka lakukan dengan tujuan ingin merusak atau rusuh denga aksi demo yang menyebabkan disintergrasi bangsa akan kita lawan bersama-sama, jangan pernah diberi kesempatan," tegas Turmudi.

Hudri menyebutkan, kegiatan ini juga salah satu bentuk pergerakan awal, dan kedepannya akan melakukan kegiatan Bogor Bershalawat pada Jum'at mendatang, yang bertempat di Masjid Raya Kota Bogor.

"Kami akan menggelar Bogor Bersahalawat yang bertempat di Masjid Raya Bogor pada hari Jum'at 13 Desember yang akan dipimpin KH.Toto dengan waktu habis Sholat Jum'at. Karena kalau melihat kondisi kota Bogor, saat ini masih terbilang cukup aman dan damai dalam keberagaman dan sangat toleran," jelas Turmudi yang pernah menjabat Sekjen PCNU Kota Bogor ini.

Dirinya menambahkan, selain aktif menjadi ketua Basolia dengan membawahi enam agama namun tetap satu kesatuan. Yang kedua, di Bogor juga mempunyai grup Bogor Bersama.

"Alhamdulilah sebenarnya sudah kompak hanya saja masih ada virus-virus di bawah ini yang anti NKRI, yang suka dengan kekerasan seperti misalnya gerakan Isis, bahkan yang sangat kami khawatirkan gerakan Khalifah, sangat berbahaya karena bisa membunuh bangsa. Antisipasi yang kami lakukan saat ini kita terus konsolidasi dengan stake holder Bogor dengan semua ormas dan lembaga apapun karena kami satu kesatuan tentunya," pungkas Turmudi.( D2N )