Ratusan Massa Dari Ormas BBRP Lakukan Aksi Damai Depan Balaikota Bogor



Ratusan Massa Dari Ormas BBRP Lakukan Aksi Damai Depan Balaikota Bogor

87 Online News
Senin, 02 Desember 2019

KOTA BOGOR - Sedikitnya, sekitar 500 dari Ormas Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) menggelar aksi damai di depan Balaikota Bogor, Senin (02/12/19).

Aksi tersebut dilakukan terkait peristiwa pembacokan terhadap dua orang warga diwilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor beberapa pekan lalu, yang merupakan anggota dari BBRP. Massa meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk turut serta dalam penanganan dan juga memperhatikan persoalan kasus itu.

Setelah berorasi, perwakilan dari ormas diterima secara langsung oleh Wakil Walikota Dedie A Rachim. Dihadapan ratusan balad padjajaran, Dedie A Rachim menyampaikan, bahwa kasus tersebut sudah dalam penanganan pihak kepolisian Polresta Bogor Kota.

"Kita harus tunggu penanganan dari pihak polisi, mari kita serahkan seluruh proses kepada pihak kepolisian sesuai prosedur yang dijalankan kepolisian," kata Dedie A Rachim.

Ia berharap kepada seluruh anggota BBRP untuk tetap bisa menahan diri dengan menunggu penanganan dan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, dan mengajak kepada semua untuk tetap menjaga keamanan lingkungan.

Pada kesempatan itu, Ketua umum DPP BBRP Ki Atma Wirya mengatakan, bahwa wilayah Bogor sudah mulai tidak aman dengan keberadaan geng motor. Menurutnya, sudah ke sekian kalinya terjadi peristiwa yang menimpa warga hingga mengalami luka akibat terkena bacokan senjata tajam, dan yang terakhir ini dua orang warga yaitu bapak dan anaknya dibacok oleh geng motor.
 
"Keberadaan geng motor ini sudah sangat meresahkan, kami meminta perhatian yang serius dari Pemerintah Kota Bogor. Ormas BBRP siap dilibatkan oleh Muspida Kota Bogor dalam melakukan pengamanan wilayah ataupun patroli rutin di Kota Bogor," ujarnya.

Ia meminta peristiwa pembacokan yang menimpa warga tersebut jangan dibiarkan begitu saja, pelakunya harus ditindak tegas. "Karena Kota Bogor sekarang ini sangat rawan dan banyak warga biasa yang menjadi korban," imbuhnya.

Sekalipun sedang dalam tahap proses penanganan pihak kepolisian, Ki Atma mengaku bahwa pihaknya juga akan memonitoring dan mengawal kasus pembacokan itu hingga tuntas. Karena dua orang korban yang dibacok itu merupakan anggota BBRP, sehingga sebagai bentuk solidaritas inilah ormas BBRP meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut. 

"Saya juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengaktifkan kembali patroli rutin dan menyisir wilayah-wilayah yang rawan dengan geng motor," ungkapnya 

Menurutnya, Kota Bogor termasuk dalam kategori rawan geng motor, sehingga harus digerakan pengamanannya oleh pihak kepolisian.

"Jangan kalau sudah ada korban jiwa, baru dilakukan patroli, justru harusnya dilakukan sedini mungkin dalam meminimalisir serta penanganan yang serius," tandas Ketua DPP BBRP yang didampingi Sekjen Angga Satria serta Ketua DPC Kota Bogor Umar Dani.
(D2N)