Perguruan Silat Tapak Suci Raih Juara Umum 1 Dalam Turnamen Silat Padjajaran Cup Open 2019



Perguruan Silat Tapak Suci Raih Juara Umum 1 Dalam Turnamen Silat Padjajaran Cup Open 2019

87 Online News
Sabtu, 21 Desember 2019

KOTA BOGOR - Kita sering melihat dimedia-media bagaimana budaya asli bangsa Indonesia diakui oleh dunia termasuk UNESCO, salah satunya Seni Bela Diri Pencak Silat yang senantiasa harus dijaga dan kembangkan.

Seperti yang diungkapkan, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP DR. M. Arsal Sahban, SH,S.IK., MM, MH dalam sambutan sekaligus menutup kegiatan Turnamen Silat Padjajaran Cup Open 2019 yang memperebutkan Piala Kapolresta Bogor Kota, diikuti sebanyak 1.345 pesilat dari Jawa Barat, Jawa Tengah serta Banten.

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua kontingen dan para pesilat yang sudah mengikuti Turnamen Silat Padjajaran Cup 2019, tetap junjung tinggi sportifitas dalam rangka melestarikan budaya kita sendiri," kata Wakapolresta di Ballroom IPB International Convention Center (ICC) Botani Square, Kota Bogor, Jum'at (20/12/19).

Ia menekankan, bahwa selain menjaga dan melestarikan warisan seni budaya para leluhur. "Sudah tentu harus dibarengi dengan prestasi, supaya tradisi budaya daerah ini tetap menjadi aset budaya nasional," tegasnya.

Dirinya berharap, kegiatan seperti ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya, terbukti dari apresiasi para peserta yang mendaftar hingga ribuan bahkan ada yang tidak bisa ikut serta.

"Semoga di turnamen selanjutnya bisa mengikutinya, yang terpenting tetap semangat dalam menjaga warisan budaya asli Indonesia," kata AKBP DR. M. Arsal Sahban, yang juga salah satu pendiri Merpati Putih Halilintar Jakarta.

Pada kesempatan yang sama, peraih Juara Umum 1 dari Tapak Suci R.Elsye Aisyah, mengaku sangat bangga dan terharu dengan meraih predikat sebagai juara umum dalam Turnamen Silat Padjajaran Cup Open 2019 Piala Kapolresta Bogor ini.

"Saya berharap kedepannya, kegiatan seperti akan semakin lebih baik lagi, lebih berprestasi. Dan, untuk para generasi muda agar terus melestarikan seni beladiri pencak silat. Selain itu saya meminta kepada pihak Dinas pendidikan untuk memasukkan Pencak Silat ke dalam kurikulum, bukan hanya sebatas ekstrakurikuler," pungkasnya. (D2N)