Kaum Emak-Emak Serbu Hasil Panen Perdana Hidroponik Lembur Hejo -->

Adsense




Kaum Emak-Emak Serbu Hasil Panen Perdana Hidroponik Lembur Hejo

87 Online News
Sabtu, 21 Desember 2019

KAB.BOGOR - Panen perdana sayuran Hidroponik Lembur Hejo di Kampung Kampung KB Madani Pabuaran Hilir RT 03/05 Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor di serbu puluhan emak-emak.

Dalam panen perdana tersebu puluhan emak-emak antusias memetik sejumlah sejumlah sayuran yang akan di beli untuk di kosumsi sehari-hari.

Founder sekligus penanggung jawab Pengelola hidroponik Lembur Hejo Kampung KB Madani Debi Juliansyah, mengaku bersyukur atas antusias warga mengikuti panen perdana tersebut.

"Insya Allah kedepan akan kita kembangkan jenis sayuran untuk kebutuhan pokok sehari warga," kata Debi ditemani Muhamad Supandi dan Deni Kurniawan pengurus kebun Hidriponik Lebur Hejo kepada wartawan, Sabtu (21/12/19).

Menurutnya, untuk sayuran pakcoy dan selada, dari muali pembibitan atau semai 7 hari, dengan proses pembesaranya mecapai waktu sekitar 25 hari, hingga 30 hari baru bisa dipanen, sementara untuk tanaman jenis kangkung waktunya relatif singkat maksimal 25 hari.

Debi menjelaskan, di Kebun yang luasnya 50 meter tersebut ada sekitar 15 jenis tanaman dan semuanya untuk kebutuhan sehari hari. Ia berharap apa yang direncanakannya dari awal bisa terpenuhi. "Saya berharap apa yang kita rencanakan sejak awal menjandikan kapung ini hijau dengan sayuran bisa terpenuhi," harapnya.

Sekretaris BPD Desa Sukatani, Yulianti mengatakan, adanya pertanian hidroponik tersebut berawal dari hobi suaminya yang suka bercocok tanam. "Suami saya hobi dengan bertanam dan ikut Komunitas Hidroponik Kota Kogor (Kotahira) dari situ lah mulai tertarik kemudian pelan-pelan belajar akhirnya mulai menanam dirumah sendiri," kata Yuli usai melaksanakan panen perdana sayuran Hidroponik.

Yuli menjelaskan, dirinya selaku BPD yang memang menyalurkan aspirasi masyarakat melihat pelung bahwa hidroponik itu bisa ditanam dengan mudah dan bisa mejadi peluang usaha untuk memperbaiki ekonomi di wilayah.

Kemudian, kata Yuli, dirinya menyampai kan kepada pihak Desa mengajukan pelatihan melaui Musrenbang 2018 dengan sebesar 36 juta. "Alhamdulilah pengajuan saya diterima, lalu kami melaksanakan pelatihan pada tanggal 28-29 September kemarin dengan di ikuti peserta sekitar 25 orang menyeluruh setiap RT," tuturnya.

Menurut Yuli, hinga saat ini pihaknya terus berupaya agar pelatihan tersebut bisa berkesinambungan. "Kami berinisiatif bagai mana pelatihan itu tidak berhenti, karena suami dan pemuda disini berkeinginan mejadikan kampung kampung wisata, makanya kami namakan lebur hejo," imbunya.

Yuli berharap, kampung tersebut natinya bisa mejadi hejo (hijau) dengan sayuran dan bisa memikat masyarakat baik luar maupun setempa untuk berkunjung. Makanya, kata dia, konsefnya belisayur memetik di kebun. "Selain sayuranya sehat, segar juga tidak mengandug pestisida serta bisa mejadi edukasi untuk anak-anak agar lebih mencintai sayuran dan tahu cara penanamannya dari awal," pungkasnya.

Hadir dalam panen tersebut diantaranya, Kasi Ekbang Desa Sukatani Abdul Gopar, Kasi Keuangan Desa Sukatani, M. Zenal Asrikin, ketua RW 05 Cepi Supriadi yang juga sekaligus ketua Kampung KB Madani, Ketua RT 03 dan Kadus III serta sejumlah masyarakat setempat. (GN)