Pembina Forkind Berpesan Bogor Harus Berbudaya



Pembina Forkind Berpesan Bogor Harus Berbudaya

87 Online News
Kamis, 26 Desember 2019

KOTA BOGOR - Bogor itu harus berbudaya, artinya menempatkan budaya ketengah bukan ke pinggir, karena masyarakat membutuhkan nilai atau tatanan dan pondasi sehingga budaya tersebut harus menumbuhkan silih asah silih asih silih asuh.

Hal itu disampaikan Pembina Forum Komunitas Independent (Forkind) Kokolot Bogor Diah Pitaloka S.Sos, M.Si, dalam acara Milangkala Ke-7 Forkind Kokolot Bogor, di Gedung Bravo Hitz Never Cobra Jalan Roda, Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah, Kamis ( 26/12/19).

Menurutnya, dengan budaya bisa saling merangkul, saling memajukan serta saling mensupport karena pada dasarnya budaya itu tidak lekang. 

"Orang melihat kemajuan itu hanya berupa fisik, tapi justru ketinggalan dalam kerangka budaya, makin kering dan tidak punya anonim atau tidak punya identitas," ujar anggota DPR RI Komisi VIII ini.

Diah juga mengatakan Bogor harus berbudaya, pembangunan yang ada di Bogor itu harus mengetengahkan budaya menjadi karakter, pembangunan karakter itu menjadi penting tidak hanya kemajuan fisik tetapi justru kemajuan manusianya.

"Negara-negara yang maju itu mempertahankan budayanya seperti Jepang, China dan Korea contohnya yang bisa mengkomersilkan budayanya melalui sekolah, Perfilmannya," papar Diah.

Dirinya berharap, Milangkala Forkind Kokolot Bogor ke 7 ini menjadikan semangat Bogor Berbudaya, karena ia melihat sampai saat ini banyak bermunculan komunitas atau paguyuban Kasundaan yang sifatnya hanya sporadis artinya masih berupa ririungan.

"Saya berharap kedepannya, pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor punya kerangka strategis, memiliki sebuah konsep bagaimana untuk memajukan budaya. Apalagi berbicara tentang masyarakat Bogor yang sangat banyak dengan komunitas-komunitasnya yang punya kepedulian tinggi terhadap budaya dan lingkungannya," harap Diah.

Disinilah, lanjutnya, peran pemerintah Daerah dalam hal ini pihak Pemkot Bogor khususnya, harus mempunyai strategi kebudayaan dengan prakteknya seperti kegiatan dialog budaya, festival budaya dan lain-lain.

"Saya rasa tidak harus mahal dalam mengadakan kegiatan tersebut, seperti kata Kadisparbud tadi yang sudah lima tahun ingin membuat pusat kebudayaan sampai sekarang belum bisa terwujud karena terganjal masalah anggaran. Kalau menunggu anggaran besar belum ada, ya kita laksanakan dengan anggaran dari yang terkecil dahulu," pungkasnya.

Dalam acara milangkala Forkind Kokolot Bogor ke-7 yang dibalut dengan acara seni budaya seperti atraksi barongsai, seni sunda ini pun dihadiri oleh pihak Disparbud Kota Bogor, Ka Kesbangpol yang mewakili Wakil Walikota, Muspika, para budayawan dan Organisasi kemasyarakatan FKPPI. (D2N )