Hari Tanah Sedunia, Mentan Syahrul Yasin Limpo Ajak Masyarakat Perlakukan Tanah Dengan Baik -->

Adsense




Hari Tanah Sedunia, Mentan Syahrul Yasin Limpo Ajak Masyarakat Perlakukan Tanah Dengan Baik

87 Online News
Kamis, 05 Desember 2019

KOTA BOGOR - Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menghadiri sekaligus membuka peringatan Hari Tanah Sedunia atau World Soil Day. Bertempat di Auditorium Sadikin Sumintawikarta Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Jalan Tentara Pelajar 12  Cimanggu, Kota Bogor, Kamis (05/12/19).

Berkaitan dengan peringatan tersebut, Mentan mengajak masyarakat bersama-sama memperlakukan tanah dengan baik untuk masa depan Indonesia. 

Menurutnya, fungsi tanah merupakan sumber kehidupan, maka manusia perlu baik pada tanah agar mampu mengembalikan kebaikan pada manusia. 

"Kesewenangan pada tanah, akan menghukum kita. Perlakukan tanah secara arif, jangan merusak atau alih fungsi habitat. Kalau itu terjadi, alam akan menghukum kita baik secara langsung ataupun tidak," tegasnya.

Menurutnya, tiga serangkai alam penopang kehidupan manusia seperti tanah, air, Iklim khususnya pertanian untuk menghasilkan pangan, sandang bahkan papan. "Karena itu, mari sama-sama kita jagabdan perlakukan dengan baik," imbuh Mentan.

Ia menjelaskan, bahwa peringatan Hari Tanah Sedunia ini diinisiasi oleh FAO pada tahun 2013. Namun kenyataannya tanah sudah dieksploitasi dan dimanfaatkan manusia salah satunya untuk pertanian, bahkan dibutuhkan manusia sejak awal kehidupan.

"Begitu hebatnya hubungan tanah dan manusia, sebagai sumber kehidupan. Tanah berperan dalam produk biomassa, menyimpan dan merubah hara air, sumber daya hayati, habitat dan plasma nutfah. Bahkan menjadi lingkungan fisik dan aktivitas manusia yang berbudaya,  termasuk arkeologi dan geologi. Kita harus bersyukur atas anugerah ini," paparnya. 

Dirinya mencontohkan lahan gambut yang salah dikelola, akan mendatangkan kebencanaan baru, yaitu kebakaran hutan. Lahan gambut harus difungsikan dengan baik. Karena itu, pemetaan penting untuk bisa menyesuaikan fungsinya (lahan gambut).

"Saya mengajak Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk membimbing dari segi kajian agar lebih tepat, mari sesuaikan ekosistem dengan analisa yang tepat dan kelitbangan yang kuat," ungkap Syahrul Yasin Limpo.

Ia menambahkan, hal itu dilakukan agar tidak menghasilkan sesuatu yang tidak merusak ekosistem, melainkan yang bermanfaat bagi manusia. "Pemetaan yang dilakukan harus menjadi pedoman khususnya dalam pemanfaatan gambut, jangan keluar dari analisa," pungkasnya.(D2N)