Menggandeng Bank BRI, KTNA Kabupaten Bogor Buktikan Kemampuan Melalui Rembug Paripurna



Menggandeng Bank BRI, KTNA Kabupaten Bogor Buktikan Kemampuan Melalui Rembug Paripurna

87 Online News
Kamis, 28 November 2019

KAB.BOGOR - Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bogor melakulan pemilihan ketua masa bakti 2019-2024 melalui Rembug Paripurna KTNA 2019. Bertempat di Hotel Duta Berlian, Dramaga Bogor, Rabu (27/11/19).

Ketua panitia Rembug Paripurna, Wida Winingsih berharap, dengan terpilihnya ketua yang baru memalui rembug paripurna ini diharapkan KTNA memiliki jati diri, serta lebih mempunyai karakter dan memiliki SDM yang unggul sehingga memiliki nilai jual dan semakin mandiri.

"Jadi kedepan kita tidak selalu bergantung kepada dinas, walaupun memang kita mitranya dinas. Tetapi saya yakin bahwa potensi yang dimiliki KTNA sangat besar, seperti kelompok tani, hasil pertanian bahkan hasil olahannya yang sangat luar biasa," paparnya.

Ia mencontohkan, salah satu potensi dan nilai jual tersebut dapat dibuktikan melalui keberhasilan KTNA yang bisa menggandeng salah satu Bank yang mendukung acara Rembug Paripurna.

"Bagaimana mungkin saya mampu meyakinkan Bank BRI untuk mendukung kegiatan ini, seperti yang kita ketahui bahwa BRI merupakan salah satu lembaga keuangan yang tidak perlu diragukan lagi, tetapi pihaknya (Bank BRI,red) mampu melihat potensi tersebut. Kami berharap, KTNA sendiri juga menyadari bahwa kita itu luar biasa, kita itu kuat.

Disamping itu, Wida juga berharap kedepannya KTNA lebih meningkatkan kelembagaannya, mulai dari inventarisir, dan potensi yang dimiliki dan nilai jual yang bisa ditingkatkan serta memperbaiki aspek kelembagaannya supaya sesuai dengan tupoksinya. "Sehingga apa yang kita rencanakan dan program kerja yang kita susun di 2019-2024 ini bisa terealisasi dengan berkat kebersamaan, gotong royong," imbuhnya.

Disinggung soal lokasi kegiatan yang seharusnya dilaksanakan di dinas terkait, Wida menuturkan bahwa awalnya acara tersebut direncanakan digelar di Komplek Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun).

"Sebenarnya memang planing awal kita seharusnya kita selenggarakan disana, tetapi ada satu dan lain hal, pertama mungkin terkit pada Event Festival Buah dan Bunga (FBB) yang akan dilaksanakan. Mungkin Distanhorbun berfokus semua pada acara tersebut sehingga hawatir, kalo kegiatan ini dapat mengganggu konsentrasi atau entah seperti apa, untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung kepada pihak Distanhorbun," kata Wida.

Kendati demikian, Wida juga menjelaskan mengapa pihaknya tetap melaksanakan kegiatan ini. Menurutnya, karena Ia ingin menunjukan bahwa KTNA adalah organisasi yang independent dan mampu berdiri sendiri.

"Walaupun begitu KTNA juga tidak memungkiri peranan-peranan Dinas terkait sangat-sangat kami butuhkan, karena walau bagai manapun mereka adalah induk semangnya kita," pungkasnya. (IB)