Heri Cahyono Harapkan GTP Menjadi Program Pemerintah Secara Nasional



Heri Cahyono Harapkan GTP Menjadi Program Pemerintah Secara Nasional

87 Online News
Minggu, 17 November 2019

Foto : Heri Cahyono Bersama Komandan Pusdikzi, Usmar Hariman & Penggiat GTP 
BOGOR - Di hari jadinya yang ke-4, Gerakan Tanam Pohon (GTP) menggelar acara syukuran dan melakukan penanaman pohon yang ke 226. Bertempat di Asrama Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Kodiklat TNI-AD, Jalan Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (17/11/19).

Pada kesempatan itu hadir diantaranya, Pusdikzi Kodiklat TNI-AD Kolonel (Czi) Sapto Widhi Nugroho, Inisiator GTP Heri Cahyono S.Hut,MM, Mantan Wakil Walikota Bogor Usmar Hariman, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari Fraksi PDIP Dadang Danubrata, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor H. Fahrudin, Perwakilan Dinas Pertamanan Kota Bogor, para penggiat GTP dan tamu undangan lainnya.

Inisiator Gerakan Tanam Pohon (GTP), Heri Cahyono menuturkan, peringatan HUT GTP yang ke 4 ini diadakan secara sederhana seperti kegiatan penanaman pohon yang rutin diadakan setiap minggunya. Dan mendapat sambutan dari masyarakat Kota Bogor yang sangat antusias.

"Hari ini merupakan penanaman pohon yang ke 226, yang spesial adalah bertepatan dengan HUT GTP yang ke 4 (empat) yang mendapat sambutan sangat antusias dari masyarakat Kota Bogor. Mereka (penggiat GTP) bergotong royong dibantu oleh Komandan Pusdikzi, sehingga hari ini kita bisa menanam lebih dari 100 pohon buah-buahan di lokasi ini," tuturnya.

Ia berharap, kedepannya GTP ini menjadi salah satu program pemerintah secara nasional untuk diterapkan oleh Kota dan Kabupaten se-Indonesia yang melakukan penanaman pohon setiap minggu.

"Kita selalu mendapatkan persoalan dengan pohon, seperti ilegal logging dan pembakaran hutan yang menghancurkan pohon-pohon yang kita tanam sehingga harta dan kekayaan yang dimiliki oleh Rakyat Indonesia ini tentu harus di kembalikan oleh manusia itu sendiri dengan cara menanam," ungkapnya.

Sehingga, lanjut Heri Cahyono, jika kegiatan penanaman pohon ini di adopsi oleh pemerintah melalui program nasional yang mewakilkan kepada Kota dan Kabupaten se-Indonesia untuk melakukan penanaman rutin setiap minggu.

"Bayangkan, jika lebih dari 500 Kota dan Kabupaten setiap minggu menanam pohon walaupun sedikit, tapi kalau secara rutin dilakukan tentu pohon-pohon yang hilang oleh ilegal logging dan pembakaran hutan bisa dikembalikan secara gotong royong," paparnya.

Heri menyebutkan, Gerakan Tanam Pohon ini disponsori oleh masyarakat yang muncul dari bawah, yakni dari partisipasi masyarakat dan mampu melakukan penanaman setiap minggu secara rutin tanpa dibiayai oleh APBD. Menurutnya, pemerintah tidak perlu melakukan program sejuta pohon, melainkan secara serentak menjadikan GTP sebagai program nasional setiap Kota dan Kabupaten melakukan penanaman secara rutin setiap minggunya

"Kita tanam sejuta pohon, lalu yang memelihara siapa, lalu mati semua. Percuma kan?. Jadi alangkah baiknya pemerintah secara serentak menjadikan kegiatan GTP ini sebagai program Nasional. Masyarakat saja mampu, apalagi pemerintah yang punya anggaran," tukasnya. (IB)