Untuk Mendukung Aktivitas, Petani Boleh Gunakan Gas Elpiji 3 KG -->

Adsense




Untuk Mendukung Aktivitas, Petani Boleh Gunakan Gas Elpiji 3 KG

87 Online News
Rabu, 23 Oktober 2019

YOGYA - Untuk mendukung aktivitas kerjanya, petani dengan luas lahan tertentu dan telah ditunjuk menerima paket konversi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperbolehkan menggunakan gas elpiji 3 kg atau gas bersubsidi. Kebijakan konversi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke elpiji 3 kg bagi petani tersebut mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2019.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Kota Yogyakarta Ali Akbar Felayati mengatakan, Perpres itu untuk mengakomodir konversi dari BBM ke elpiji untuk petani. Menurutnya, Kebijakan serupa telah diterapkan bagi nelayan pada tahun lalu, tetapi kebijakan itu tidak diterapkan di DIY sebab sebagian besar nelayannya menggunakan solar untuk mendukung operasional bukan premium.

"Jadi sebenarnya petani yang berhak menggunakan elpiji 3 kg adalah petani yang memiliki luas lahan tertentu, kapasitas pompa dan telah menerima paket konversi, seperti paket konversi nelayan sebelumnya. Ada kategori tersendiri penerima paket konversi tersebut baik bagi nelayan maupun petani yang ditentukan Ditjen Migas dan Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan," tutur Ali Akbar.

Ia menegaskan, petani dan nelayan yang diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi tersebut untuk kesehariannya. Yang dimaksud kesehariannya bukan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi untuk tenaga pompa air di persawahan dan nelayan untuk mesin kapal yang di bawah 10 GT. Konversi BBM ke gas melon bagi petani di DIY rencananya baru diterapkan di Bantul, sedangkan kabupaten/kota di DIY lainnya belum dilaksanakan.

"Kita sebagai pelaksana pendistribusian hanya mengoperasikannya dan menunggu instruksi dari pusat untuk konversinya BBM ke gas melon bagi petani di DIY," tegas Ali.

Terpisah, Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto mengaku tetap akan memberikan sosialisasi dan pengawasan atas penggunaan gas melon tersebut kepada masyarakat. Mengingat beberapa waktu lalu, Disperindag di Kabupaten dan Kota di DIY serta Pertamina dan Hiswana Migas tengah gencar melakukan sidak dengan temuan masih banyak pengguna yang tidak tepat sasaran sehingga ditarik dan ditukar dengan elpiji nonsubsidi.

"Kami akan terus melakukan pengawasan. Saya harapkan para pengguna gas melon yang bukan peruntukannya, segeralah beralih ke gas nonsubsidi," pungkasnya. (AW)