Sistem Kanalisasi 2-1 Akan Gantikan One Way Di Jalur Puncak

Sistem Kanalisasi 2-1 Akan Gantikan One Way Di Jalur Puncak

87 Online News
Minggu, 06 Oktober 2019

KAB.BOGOR - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beserta instansi terkait seperti Polres Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor menyiapkan sistem 2-1 untuk mengurai kemacetan yang selalu terjadi di Kawasan Puncak tiap akhir pekan. Sistem ini akan mulai diuji coba pada 27 Oktober 2019 mendatang.

Sistem manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL) 2-1 akan diterapkan di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, untuk menggantikan sistem buka tutup (One way) yang sudah puluhan tahun diterapkan. Sistem ini diharapkan bisa mengurai kemacetan. Rekayasa tersebut berlaku mulai dari Simpang Gadog hingga Simpang Taman Safari Indonesia (TSI).

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, selain mengurai kemacetan, penerapan sistem 2-1 diharapkan akan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar Puncak.

"Sistem yang baru lebih memberikan keleluasaan bagi masyarakat setempat untuk melakukan mobilitas karena tidak lagi berdasarkan buka tutup," kata Bambang, Sabtu (5/10/2019).

menurutnya, keberhasilan sistem baru yang akan diuji coba juga bergantung dari disiplin dan partisipasi semua pihak.

"Kami menyusun konsep sistem MRLL yang baru ini sudah melalui kajian di lapangan dan simulasi, selain itu komunikasi dan koordinasi secara intens terus dilakukan dengan semua stakeholder, hingga nantinya uji coba dapat kita lakukan bersama," ujar Bambang.

Ia memamaparkan, Sistem 2-1 yang berlaku pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Jika dalam rekayasa buka tutup kendaraan hanya bisa bergerak satu arah pada waktu tertentu (Simpang Gadog menuju Puncak atau hanya arah sebaliknya), maka pada sistem 2 – 1 kendaraan dapat bergerak dari dua arah dalam waktu bersamaan.

Pada skema sistem 2-1 ini, setiap akhir pekan jalur Puncak akan dioptimalkan menjadi 3 lajur. Pemisahan lajur dilakukan dengan menempatkan traffic cone sepanjang jalur Puncak mulai dari Simpang Gadog hingga Taman Safari Indonesia.

"Dari 3 lajur yang ada, nantinya mulai pukul 03.00 – 13.00 WIB, lajur 1 dan 2 akan diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak atau naik, sedangkan lajur 3 untuk kendaraan menuju arah Gadog (turun). Pada pukul 12.30 – 14.00 WIB lajur 1 tetap diperuntukkan bagi kendaraan yang mengarah ke Puncak, namun lajur 2 untuk sementara ditutup dari arah Simpang Gadog (naik) untuk memastikan lajur 2 bersih dari kendaraan yang menuju ke Puncak, sedangkan lajur 3 tetap untuk kendaraan menuju Simpang Gadog (turun)," paparnya.

Selanjutnya, setelah lajur 2 steril dari seluruh kendaraan, maka pada pukul 14.00 – 20.00 WIB arus lalu lintas berubah menjadi lajur 1 untuk kendaraan mengarah ke Puncak (naik), sedangkan lajur 2 dan 3 untuk kendaraan mengarah ke Simpang Gadog (turun). Selanjutnya, mulai pukul 20.00 – 03.00 WIB pengaturan lalu lintas kembali normal menjadi dua lajur untuk dua arah.

Meski jam operasional sistem 2-1 telah ditetapkan, lanjut Bambang, jika kondisi di lapangan memerlukan tindakan insidental maka dapat diberlakukan diskresi kepolisian.

"Sistem 2-1 yang akan diuji coba ini merupakan konsep yang diperoleh atas dasar masukan masyarakat. Setelah melaksanakan pertemuan bersama masyarakat sebanyak kurang lebih delapan kali, dan atas masukan masyarakat tersebut, bersama-sama kemudian kita formulasikan simulasi sistem 2-1 ini," ujarnya.

Kendati demikian, Bambang mengaingatkan, dengan uji coba sistem 2-1 ini bukan berarti kemacetan di kawasan Puncak otomatis akan hilang. Uji coba yang akan dilaksanakan ini merupakan proses untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sebagai upaya mengurangi kemacetan di jalur Puncak.

"Saat ini, tengah dipersiapkan sejumlah program. Salah satunya, Satlantas Polres Bogor akan menyiapkan dan melatih personel Petugas Keamanan Jalan Raya (PKJR) yang berasal dari masyarakat sekitar. Kehadiran PKJR dari unsur masyarakat ini ikut menentukan efektiftas pengawasan di lapangan," ungkapnya.

Persiapan sekaligus sosialisasi sistem 2-1 oleh pihak terkait dilaksanakan mulai tanggal 1 s/d 27 Oktober 2019. Penyampaian informasi kepada masyarakat selain dilakukan melalui media sosial juga akan dilakukan secara langsung melalui pembagian flyer dan pemasangan spanduk. Bersama-sama akan dilakukan pula sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan para pemangku kepentingan seperti perangkat kelurahan serta kecamatan di kawasan Puncak.

"Setelah tahap uji coba sistem 2-1 dilaksanakan, nantinya akan dilakukan analisis dan evaluasi bersama-sama untuk kemudian diambil kesimpulan sejauh mana sistem 2-1 efektif diterapkan sebagai metode MRLL di kawasan Puncak," pungkasnya. (Red)