Kontingen SDN Muarasari 3 Suguhkan Permainan Angklung Yang Memukau Di Pasanggiri Seni Sunda -->

Adsense




Kontingen SDN Muarasari 3 Suguhkan Permainan Angklung Yang Memukau Di Pasanggiri Seni Sunda

87 Online News
Selasa, 22 Oktober 2019

KOTA BOGOR - Ratusan siswa-siswi Sekolah Dasar Se-Kota Bogor memberikan support untuk kontingen dari masing-masing sekolahnya yang mengikuti Pasanggiri Angklung yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, di Gedung Kemuning Gading, Jalan Kapten Muslihat Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (22/10/19).

Dalam cara yang akan di helat selama 3 hari, yakni 22-24 Oktober 2019, Disparbud Kota Bogor membuat 3 kategori, diantaranya Pasanggiri Angklung yang diikuti oleh 13 Sekolah Dasar, Pasanggiri Degung yang diikuti 8 Sekolah Menengah Pertama, dan Pasanggiri Vokal Group yang diikuti sebanyak 15 Sekolah Tingkat Atas

Salah satu peserta yang turut serta dalam acara pasanggiri angklung ini adalah utusan dari SDN Muarasari 3 dari wilayah Tajur, dengan membawakan lagu wajib Indonesia Pusaka dan lagu bebas mojang priangan yang memukau para penonton yang hadir.

Wiwi Wijayantini, selaku pembimbing ekskul angklung dari SDN Muarasari 3 mengatakan bangga dengan semangat dan antusias muridnya saat tampil diatas panggung.

"Saya sangat bangga atas semangat yang di perlihatkan siswa-siswi SDN Muarasari 3 dalam mengikuti Ajang Pasanggiri Angklung ini. Kurang lebih selama 1 bulan persiapan mereka untuk ikut serta dalam lomba ini," jelasnya.

Menurutnya, rasa ingin memelihara dan ingin bisa dalam hal seni budaya sunda di SDN Muarasari 3 sungguh sangat besar, terbukti dengan keseriusan dalam berlatih dan dengan waktu yang relatif sebentar bisa memberikan penampilan yang terbaik.

"Dengan didorong rasa ingin memelihara seni budaya sunda sejak dini, akhirnya mereka bisa menampilkan dan menyuguhkan seni angklung yang hebat," ujarnya.

Disamping itu, Wiwi berharap kepada dinas terkait untuk selalu memperhatikan dan meninjau langsung ke sekolah yang memiliki peralatan seni sunda khususnya angklung, "karena banyak yang sudah kurang layak, sehingga suara yang dihasilkan kurang bagus itu semua hanya peralatan yang sudah kurang lebih 20 tahun usianya," imbuhnya.

Hal senada disampaikan Suroso selaku Kepala Sekolah dari SDN Muarasari 3, yang mengaku sangat bangga dengan pementasan anak didiknya dalam perlombaan atau pasanggiri angklung tinggat SD Se-Kota Bogor.

"Bangga dengan penampilan seluruh siswa-siswi yang mengikuti ajang lomba seni sunda antar pelajar tingkat dasar se Kota Bogor, dengan relatif waktu yang singkat mereka bisa menampilkan sesuatu yang hebat dan maksimal di depan dewan juri dan ratusan penonton," ungkap Suroso.

Ia berharap, kepada Dinad Pendidikan dan Disparbud Kota Bogor untuk mengganti sarana alat seni sunda yang sudah tidak layak digunakan, sebagai motivasi bagi peserta didiknya agar lebih mencintai seni budaya sunda. (D2N)