Ketua Umum Benteng Padjajaran Desak Inspektorat Dan Penegak Hukum Periksa Terkait Proyek Pembangunan Jembatan Inong



Ketua Umum Benteng Padjajaran Desak Inspektorat Dan Penegak Hukum Periksa Terkait Proyek Pembangunan Jembatan Inong

87 Online News
Kamis, 24 Oktober 2019

KAB.BOGOR - Putusnya besi penyangga Jembatan Inong, di Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, menuai banyak perhatian dari berbagai kalangan. Termasuk salah satunya Organisasi Masyarakat Benteng Padjajaran.

Ketua umum Benteng Padjajaran, Doelsamson Sambarnyawa menilai proyek pekerjaan jembatan penghubung desa Cadas Ngampar dan Sentul City yang menelan biaya sebesar Rp 597.540.000 dari Dana Desa diduga asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi atau RAB.

"Diduga di kerjakan asal-asalan oleh Insinyur Tukang Becak, jangan hujan dijadikan kambing hitam. Besi mana yang bisa patah karena air hujan?, Apalagi hanya tempo 1 jam saja," ujar Doelsamson kepada wartawan, Kamis (24/10/19).

Oleh karena itu, Ia mendesak kepada pihak terkait dan aparat hukum untuk melakukan pemeriksaan beberapa entry point diantaranya, apakah kontraktor tersebut mempunyai standard sertifikasi, apakah methodology yang di pake, proyek dengan pagu anggaran senilai Rp 597.540.000,00 kenapa tidak melalui mekanisme lelang dan apakah tidak melanggar kepres tentang jasa konstruksi.

"Saya mendesak pihak Inspektorat Kabupaten Bogor dan Aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan, untuk segera bertindak atas kejadian tersebut," tandasnya. (Ibra)