Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Imbau Masyarakat Waspada Musim Pancaroba

PERISTIWA

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Imbau Masyarakat Waspada Musim Pancaroba

87 Online News
Selasa, 29 Oktober 2019

SLEMAN - Sebagian wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sudah mulai turun hujan. Namun BMKG menyebutan kondisi ini belum menandakan masuk musim penghujan.

"Sekarang ini baru tanda-tanda masuk masa pancaroba, belum musim hujan. Karena dikatakan musim hujan jika intensitas curah hujannya signifikan mencapai 50 milimeter dalam 10 hari, sekarang curah hujan masih rendah sekitar 2,5 mm," kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Reni Kraningtya kepada wartawan, Selasa (29/10/19).

Menurutnya, berdasarkan data BMKG, tercatat daerah yang sudah memasuki musim pancaroba adalah wilayah kabupaten Bantul meliputi Banguntapan, Dlingo, dan Pundong. Sementara Sleman baru terjadi di Turi, Mlati, Nganglik, dan Tempel. Curah hujan masih intensitas ringan.

Prediksi musim hujan umumnya diwilayah DIY akan lebih banyak terjadi pada November. Ada November pekan pertama, kedua atau ketiga. 

"Yang masuk terakhir awal musim hujan itu November ketiga diprediksikan terjadi di wilayah Gunungkidul. Sementara akhir Oktober ini Kulon Progo bagian utara dan Sleman bagian barat sudah mulai hujan namun belum signifikan," jelasnya.

Reni mengatakan, kondisi saat ini (masuk musim pancaroba) juga dapat berpengaruh pada suhu udara di wilayah DIY dan sekitarnya.

"Memasuki November, posisi matahari sudah menjauh dari Pulau Jawa artinya tidak sepenas bulan Oktober. Disamping itu curah hujan sudah mulai turun sehingga kondisi udara sudah berangsur-angsur normal kembali. 30-32 celcius," tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar mengantisipasi bencana yang ada, seperti pada masa pancaroba berpotensi terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Wilayah atau daerah dekat dengan pohon besar yang berdahan rimbun dan mohon dipangkas agar tidak terjadi pohon tumbang.

"Terkait daerah yang tertinggi seperti penggunungan biasanya setelah kekeringan kalau pancaroba bisa terjadi hujan lebat tapi waktunya singkat bisa terjadi berturut-turut potensi longsor bisa terjadi. Jadi harap waspada," pungkasnya. (AW)