Kapolresta Bogor Kota Mutasi Anggota Satlantas Arogan

Kapolresta Bogor Kota Mutasi Anggota Satlantas Arogan

87 Online News
Minggu, 06 Oktober 2019

KOTA BOGOR - Kapolresta Bogor Kota, Jawa Barat, Kombes Pol Hendri Fiuser memutasikan anggotanya, Aipda R usai insiden penendangan salah satu pengemudi ojek online (ojol) saat pengamanan rangkaian Presiden Joko Widodo di Tugu Kujang, Kota Bogor.

"Untuk anggota tetap kita lakukan tindakan, kita akan pindahkan dari fungsi pelayanan ke bagian staf (Polresta Bogor Kota)," ujarnya kepada awak media usai meminta maaf pada Komunitas Ojol di Mapolresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat Kota Bogor, Sabtu (5/10/2019) malam, seperti dikutip Antara.

Menurut dia, Aipda R dimutasi lantaran tidak bisa menahan emosi saat menghadapi pelanggar lalu lintas.

Aipda R dipindahtugaskan ke bagian administrasi agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

"Karena bagaimana pun harus bisa menahan diri apa pun keadannya. Walaupun capek lelah, itu harus bisa menahan diri," ucap Hendri.

Ia menjelaskan, kedua pihak sudah diberikan sanksi, baik Aipda R maupun ojol yang menerobos pengamanan, Holil (25).

Aipda R diproses oleh Propam Polresta Bogor Kota, sedangkan Holil diberikan sanksi berupa tilang.

Kapolres pun meminta maaf perihal sikap arogan anggotanya tersebut.

Saya sebagai pimpinan dan institusi meminta maaf atas tindakan anggota saya itu. Seharusnya dia bisa lebih sabar," kata Hendri.

Hendri pun menjelaskan peristiwa itu berawal saat anggota Satlantas Polresta Bogor Kota Aipda R tengah bertugas mengamankan jalur VVIP Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekira pukul 13.00 WIB.

Kemudian, driver ojol Holil (25) melaju dari arah Jalan Raya Pajajaran menuju Jalan Otista yang langsung menerobos petugas yang tengah berjaga. Padahal, di Jalan Otista kondisi arus kendaraan sudah steril.

"Ojol sudah peringati tapi tetep masuk. Sampe beberapa petugas menghadang akhirnya bisa diberhentikan. Mungkin karena kesal, kemudian terjadilah tindakan seperti di video," ungkapnya.

Jalur tersebut, lanjut Hendri, memang sengaja di sterilkan karena dalam rangkaian kebesaran. Hal itu memang berbeda dengan pengamanan VVIP Presiden Jokowi sehari-harinya di Kota Bogor.

"Kebetulan Bapak Presiden habis menghadiri HUT TNI di Halim. Jadi kalau rangkaian kebesaran, jalan harus clear bersih beda dengan sehari-harinya Bapak Presiden bisa tetap dibuka," jelas Hendri.

Saat ini, pihanya bersama driver ojol sudah melakukan mediasi dan sepakat untuk berdamai. Ia pun berharap agar ke depan peristiwa tersebut tidak terulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

"Prinsipnya, permasalahan sudah clear. Masing-masing pihak sudah memahami kekhilafan peristiwa tadi baik dari ojol maupun kepolisian," tandasnya. (Red/PB)