Diterjang Angin Kencang, Tanaman Kentang Dan Ribuan Rumah Warga Rusak

PERISTIWA

Diterjang Angin Kencang, Tanaman Kentang Dan Ribuan Rumah Warga Rusak

87 Online News
Kamis, 24 Oktober 2019

BANJAR NEGARA - Angin kencang yang menerjang Pegunungan Dieng di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (20/10/19) malam hingga Senin (21/10/19) siang, mengakibatkan 1.092 rumah rusak.  

"Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman, Rabu (23/10/19).

Arif memaparkan, kerusakan terbagi menjadi tiga kategori, yakni rusak berat bagian atap sebanyak 202 unit, rumah rusak sedang bagian atap sebanyak 510 unit, dan rumah rusak ringan 382 unit. Rumah-rumah itu tersebar di delapan desa di Kecamatan Batur dan Desa Gembol, Kecamatan Pejawaran.

"Kerusakan atap juga terjadi pada 11 gedung SD, TK dan pasar. Desa yang dilanda bencana angin kencang meliputi Diengkulon, Karangtengah, Bakal, Kepakisan, Pekasiran, Sumberejo, Batur dan Grogol," paparnya.

Selain itu, hembusan angin kencang juga menimbulkan dampak buruk terhadap tanaman kentang usia muda. Sejumlah petani mengatakan, akar tanaman kentang di bawah usia 60 hari masih sangat lemah. "Angin begitu kencang dalam waktu lama, mengakibatkan tanaman kentang nyaris tercabut dari tanah," tutur Saefudin, petani dari Desa Bakal.

Menurut Saefudin, tanaman kentang di bawah usia 60 hari dipastikan akan gagal panen akibat angin kencang. Bisa dipastikan, akar sudah putus dan diperburuk lagi dengan rontoknya daun.

"Setelah bencana angin kencang, para pemilik lahan kentang tidak lagi melakukan penyiraman, karena mereka memastikan gagal panen," tukasnya. (AW)