Header Ads

Staf Kelurahan Rangga Mekar Kunjungi Warganya Yang Sakit

KOTA BOGOR - Sebagai wujud kepedulian kepada wargnya, Lurah Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan melalui sekretaris kelurahan Cucu Hanafi mendatangi rumah Tata (70), salah satu warganya yang menderita sakit struk selama 4 tahun diwilayah RT 04/04 Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Rabu (04/9/19).

Kedatangan Sekretaris lurah itu didampingi kepala Puskesmas pembantu (Pustu) dr. Tika bersama staf medis dan Babinsa Rangga Mekar, Serka Eko Putro.

"Mendapat informasi bahwa ada warga yang sakit sudah cukup lama, Pak Suharna (lurah Rangga Mekar) berkordinasi dengan kepala Pustu, untuk menjenguk Pak Tata ini," kata Cucu Hanafi kepada Wartawan.

Untuk langkah selanjutnya, Cucu mengatakan, menunggu hasil dari pemeriksaan dokter dan akan segera melaporkan hasil tersebut kepada lurah.

"Untuk tindakan selanjutnya kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter, dan akan segera kami sampaikan kepada Pak lurah. Untuk kedepannya masih kita pikirkan," ujar Cucu Hanafi.


Sementara itu istri Tata, Iis Saadah (58) menjelaskan bahwa suaminya sudah 4 tahun menderita penyakit tersebut dan hanya berdiam ditempat tidur.

"Saya tidak bisa ke rumah sakit tau puskesmas karena tidak punya biaya untuk transportasinya. Pernah berobat ke klinik swasta oleh dokter didiagnosa stroke. Setelah itu saya gak berani ke dokter swasta lagi karena terbentur biaya," jelasnya.

Menurutnya, Ia jga pernah membawa suami berobat ke puskesmas pembantu Rangga mekar, tapi tidak kunjung sembuh. "Mungkin karena penyakit sudah akut ditambah lagi saya gak ada biaya untuk transportasi walau suami saya punya kartu KIS," imbuhnya.

Paa kesempatan itu dr Tika mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara pasien tersebut memiliki gejala hypertensi (140), karena lama tidak digerakan hingga bagian tubuh sebelah kanan mengalami pengecilan.

"Kami akan periksa lebih intensif. Karena ada riwayat diabetes, maka pasien disarankan untuk berpuasa dari jam 10 malam sampai jam 8 pagi saat diambil sample darahnya agar bisa mendiagnosa penyakitnya. Untuk sementara kami dari puskesmas memberi obat serta makanan bergizi dan perhatian khusus," tutur dr Tika. (BD)