Pemuda Desa Sukatani Dibekali Pengenalan Teknologi Tepat Guna Hidroponik

Pemuda Desa Sukatani Dibekali Pengenalan Teknologi Tepat Guna Hidroponik

87 Online News
Minggu, 29 September 2019

KAB.BOGOR - Desa Sukatani, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor melaksanakan Pelatihan Pengenalan Teknologi Tepat Guna Hidroponik, bertempat RW 05, Kampung KB Madani Pabuaran Hilir. Minggu, (29/09/19).

Inisiator kegiatan Debi Juliansyah menjelaskan, pelatihan budidaya hodroponik yang dilaksanakan selama dua hari dari tangal 28-29 itu di ikuti sekitar 25 orang yang terdiri dari masyarakat dan Pemuda Karang Taruna Desa.

"Saya ingin mengajak khususnya warga Sukatani untuk membudidayakan bercocok tanam melaui hidroponik, selain mudah juga tidak memakan waktu lebih banyak serta tidak perlu kotor-kotoran," jelasnya.

Ia berharap kedepan wilayahnya bisa mengenal apa itu hidroponik. "Saya ingin mengajak warga khususnya para pemuda supaya terus belajar dan beriniovasi dan mengembangkan hidroponik dengan cara tidak hanya menanam saja, tapi lebih dari itu," harapnya.

Trainer dan Praktisi Hidroponik, Dadan Ramdhani menuturkan, pelatihan tersebut berikan kepada masyarakat supaya bisa berbudidaya sayuran dimasing masing rumah, baik sendiri-sendiri atau berkelompok.

Menurutnya, tujuannya sebenarnya kampung ini sangat bagus sekali yaitu membuat kampungnya menjadi hejo.

"Adapun materi yang di berikan mulai pemula, bagai mana cara menyemai, kemudian bagai mana pencegahan hama dengan bahan-bahan yang alami. yaitu melakukan pencegahan hama yang tidak dilakukan dengan menggunakan pestisida berbahaya agar tidak menimbulkan residu pestisida terbawa oleh pohon yang nantinya di kosumsi oleh manusia.

Kemudian, sambungnya, bagai mana caranya membuat Nutrien Film Technique (NFT) yaitu dengan mengunakan talang PVC yang di modivikasi untuk di hidroponik. "Kita bisa memanfaatkan ember sebagai sistem, biasanya di pergunakan untuk menanam buah buahan, seperti melon, cabai, tomat danlain- lain.

Dadan yang sehari hari berprofesi sebai penggiat hidroponik itu juga memperaktekan bahan-bahan sederhana yang ada dirumah. "Kita juga peraktekan dengan mengunakan bahan-bahan sederhana dirumah dan memberikan contoh supaya bagai mana caranya mereka tidak terlalu terbebani dengan hidroponik yang begitu katanya mahal. Tapi, bisa menggunakan bahan sederhana sehingga tujuan daripada rekan-rekan disini membuat kampung ini lebih menjadi hejo," ujarnya.

Ia menjelaskan, metode hidroponik itu adalah media tanam dengan mengunakan air tanpa tanah. "Hanya air dan media tanam tanpa mengunakan media hara, miskin hara bahkan nol unsur hara. Biasanya bahan yang di gunakan itu Rockwool, sekam bakar cocopeat atau sabut kelapa, pasir dan apa saja yang kita gunakan selain tanah," jelas Dadan yang juga selaku pengelola kebun hidroponik PT. Astra Komponen Indonesia.

Ia juga berharap, Indonesia ini menjadi kembali hijau dan menjadi Negara Agraris dengan pertanian yang mengacu kepada tekhnologi 4.0," harapnya.

Sementara itu, Bendahara Desa Sukatani, Zenal Asrikin mengatakan kegiatan tersebut adalah salah satu pemberdayan guna meningkatkan perekonomian dimasyarakat.

"Saya berharap melaui kegiatan ini ekonomi masyarakat akan tumbuh, serta bisa mengurangi angka pengangguran dengan cara berwira usaha," pungkasnya.(Gandi/IB)