Warga Desa Sentul Keluhkan Pembangunan RTLH Yang Mangkrak

Warga Desa Sentul Keluhkan Pembangunan RTLH Yang Mangkrak

87 Online News
Selasa, 27 Agustus 2019

KAB.BOGOR - Untuk mewujudkan rumah yang layak huni yang didukung dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sehingga menjadikan perumahan yang sehat, aman, serasi, dan teratur serta berkelanjutan, Pemerintah menucurkan dana bantuan untuk rumah tidak layak huni (RTLH) bagi masyarakat yang kurang mampu.

Namun lain halnya dengan NN (35), salah satu penerima manfaat bantuan RTLH di desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Rumah yang seharusanya mejadi tempat tinggal nyaman bagi dirinya bersama keluarga malah tidak bisa Ia tingali, pasalnya setelah tempat tinggalnya di bongkar dan belum selesai pengerjaan pembangunannya malah ditinggalkan begitu saja.

"Setelah rumah saya dibongkar dan direnovasi dengan batuan RTLH, bukan selesai tapi malah acak-acakan dan ditinggalkan begitu saja oleh pihak Desa sampai 10 hari lamanya terbengkalai," ungkap NN kepada wartawan, Jum'at (23/08/19).

Akibat mangkraknya pengerjaan renovasi tersebut, ia mengaku hinggaa kini dengan terpaksa NN dan keluarganya harus tidur di dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi. Menurut pengakuan NN, ketika di tanya pun Gepeng selaku pengurus dari pihak desa tidak mengetahui hal itu.

"Saya tanya ke pak Gepeng, dia mengaku tidak tahu urusannya, padahal biasanya yang ngurus kan Pa Gepeng," ungkapnya.

Ia berharap kepeda pemerintah desa, untuk segera melanjutkan pengerjaan pembangunan rumahnya. "Kasihan dong kami, mana rumah sudah berantakan," ujar NN dengan nada sumbang.

NN juga mengaku, jumlah dana bantuan RTLH itu sekitar Rp 8, 400.000.00 (Delapan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah) dan nilai tersebut masih dipotong untuk upah tukang bangunan.

"Setau saya hanya 8,400.000.00, di potong untuk tukang 1.000.000.00. Jadi bantuan yang di terima hanya 7, 400.000.00 yang di belanjakan untuk bahan bangunan," paparnya.

Saat akan dikonfirmasi, Nurajiji selaku Kepala Desa Sentul belum bisa ditemui.

"Staf desa semuanya sudah pulang, sebaiknya bikin janji dulu pak kalau mau konfirmasi hal itu," kata salah satu panitia Pilkades. (IB/GN)