Social Share

Breaking News

Semangat Baru Anggota Parlemen Baru Kabupaten Bogor

KAB.BOGOR - Menjelang penetapan anggota legislatif Kabupaten Bogor, periode 2019-2024 yanga hanya tinggal menghitung hari, Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) dan Lembaga Studi Visi Nusantara menggelar diskusi terbatas membahas masa depan Kabupaten Bogor lima tahun kedepan, Kamis (1/8/19).

Selain dihadiri anggota dewan terpilih, dalam acara tersebut juga hadir ketua KPU Kabupaten Bogor dan perwakilan dari Bawaslu.

Salah satu pengamat yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, masyarakat Kabupaten Bogor tentu menaruh harapan yang sangat besar terhadap anggota dewan terpilih nanti, tidak hanya sekadar menjadi anggota parlemen baru saja, atau mengurusi persoalan partainya saja. "Namun lebih dari itu, masyarakat sangat berharap, anggota dewan terpilih memiliki orientasi, semangat dan gagasan baru dalam mewujukan harapan masyarakat Kabupaten Bogor," tuturnya.

Menurutnya, segudang permaslahan, mulai dari tata kelola pemerintahan yang belum maksimal melayani masyarakat, perilaku koruptif, kemiskinan, permasalahan sampah, serta urusan transportasi yang tidak pernah terselesaikan. Belum lagi potensi sumberdaya alam yang tidak tertangani dengan baik, masalah pendidikan dan kesehatan yang belum mendapatkan  perhatian serius dari pemda dan masih banyak lagi masalah dan potensi masalah yang akan selalu muncul.

"Dalam realitas seperti ini, Kabupaten Bogor tidak hanya butuh spirit dan energi baru dari anggota dewan baru untuk menyelesaikan berbagai masalah di atas, namun dibutuhkan skema dan strategi cerdas yang jauh lebih konstruktif dan inovatif," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, H. Irvan Baihaqi Tabrani selaku anggota dewan terpilih dari partai PKS yang juga hadir dalam diskusi tersebut mengatakan, permaslah-permasalahan tersebut diatas tidak akan pernah terselesaikan jika tidak ada niat baik dari para pemangku kebijakan, dalam hal ini eksekutif dan legislatif.

Irvan menegaskan, kedepannya anggota dewan terpilih yang menurut data KPU 60 persennya adalah wajah baru, harus mampu mewujudkan keiginan dan cita-cita masyarakat. 

Paling minim anggota dewan baru ini mampu memperjuangkan aspirasi dari masyarakat konstituen yang memilihnya," pungkasnya. (Zul/Dul)

Tidak ada komentar