Kelurahan Pamoyanan Telah Berhasil Bagikan 80 Persen Sertipikat Pada Warga

Kelurahan Pamoyanan Telah Berhasil Bagikan 80 Persen Sertipikat Pada Warga

87 Online News
Senin, 12 Agustus 2019

KOTA BOGOR - Belum adanya jaminan kepastian hukum atas tanah seringkali memicu terjadinya sengketa dan perseteruan atas lahan di berbagai wilayah di Indonesia. Selain di kalangan masyarakat, baik antar keluarga, tak jarang sengketa lahan juga terjadi antar pemangku kepentingan seperti pengusaha, BUMN dan pemerintah.

Hal itu membuktikan pentingnya sertipikat tanah sebagai tanda bukti hukum atas tanah yang dimiliki. Lambannya proses pembuatan sertipikat tanah selama ini menjadi pokok perhatian pemerintah.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut pada tahun 2018 lalu, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan.

Dalam mendukung suksesnya program pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Menteri No 12 tahun 2017 tentang PTSL dan Instruksi Presiden No 2 tahun 2018 itu, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor telah menyelesaikan dan membagikan 2.400 sertifikat dari kuota 2.842 warga yang mengikuti program PTSL.

"Alhamdulillah untuk tahun 2018, Kelurahan Pamoyanan sudah berhasil menyelesaikan dan membagikan 2.400 sertipikat dari 2.824 permohonan warga," kata Lurah Pamoyanan, Widirahardjo kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/8/19).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tak luput dari dukungan dan kerja keras kelompok masyarakat (Pokmas) yang ikut andil dari mulai pengumpulan data pendukung hingga pengukuran.

"Alhamdulilah, sy mempunyai Pokmas (kelompok masyarakat) yang sangat militan sekali, mereka bekerja siang dan malam dan tidak kenal lelah demi untuk warga masyarakat pamoyanan, sehingga hasilnya sangat memuaskan," ucap lurah yang akrab disapa Jojo yang dekat dengan masyarakatnya.

Senada dengan Lurah, Dudu salah satu anggota Pokmas menambahkan, agar program PTSL ini terlaksana dengan lancar dan sukses pihaknya bekerja keras mulai dalam proses awal yaitu pengumpulan data (surat surat pendukung) hingga proses pengukuran.

"Pada intinya, kami membantu tugas pemerintah dalam hal ini Lurah, kami selalu mengacu pada data pendukung hingga proses pengukuran misalnya utara, timur, barat dan selatan kepemilikannya kami panggil agar menyaksikan proses pengukuran. Alhamdulilah, tidak berekses, lancar tanpa komplain," pungkasnya. (Budi)