YDAI Kembali Bagikan Alat Bantu Dengar Dan Netra Di Puspa Hearing Center Kota Bogor



YDAI Kembali Bagikan Alat Bantu Dengar Dan Netra Di Puspa Hearing Center Kota Bogor

87 Online News
Sabtu, 20 Juli 2019

KOTA BOGOR - Masih dalam rangkaian acara "Program Pahala Mengalir" dengan bagikan 1000 Alat Bantu untuk para Difabel yang di gelar Yayasan Diffable Action Indonesia (YDAI) dengan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (Risma) Jakarta, dilaksanakan pembagian alat bantu dengar, alat bantu netra. Bertempat di Puspa Hearing Center, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jum'at (19/07/19).

Sekjen Yayasan Diffable Action Indonesia Isna menuturkan, selain membagikan alat bantu dengar pohaknua juga membagikan paket alat bantu netra yaitu berupa riglet yaitu alat bantu mobilitas tongkat tuna netra, braille teks, Al-quran digital serta Iqro Braille.

"Ada sekitar 8 anak yang diberikan alat bantu dengar, 5 paket alat bantu netra untuk sekolah serta 4 paket untuk anak-anak. Dengan para penerima untuk bantuan hari ini terdapat dari Kota dan Kabupaten Bogor," tuturnya.

Selain itu masih menurut Isna, masih ada agenda pembagian terutama untuk para serebal falsi, dua minggu kedepan yaitu dengan alokasi sekitar 30 anak difabel penerima yang berlokasi di work shopnya pembuatan kaki palsu didaerah Depok.

Pada kesempatan yanh sama, Aniek Ifniza SE dari Puspa Hearing Center selaku distributor atau penyedia dari alat bantu dengar untuk para difabel menyampaikan, terkait efektifitas alat bantu dengar ini untuk setiap orang pasti berbeda-beda, tetapi tentunya dengan aturan cara pemakaian yang sudah ditetapkan yaitu selama 8 jam perhari dan juga ikuti terapi.

"Selama proses pemakaian 8 jam dan melakukan terapi dilaksanakan, maka progresnya paling tidak selama 1 tahun akan terlihat hasilnya. Tetapi kalau cara pemakaiannya tidak sesuai serta tidak ikuti terapi maka dipastikan akan lama, karena ini kan sifatnya bukan ajaib secara langsung," jelasnya.

Aniek menambahkan, dengan proses diawali sadar bunyi terlebih dahulu kemudian akan masuk kedalam otak dan kemudian baru bisa merangkai kata. 

"Bagi para orang tua khususnya, jika lebih mengetahui kondisi anaknya terkait kelainan dalam pendengarannya, maka akan lebih bagus dan mudah dalam proses penyembuhannya," pungkasnya. (D2N)