Ketua Umun Benteng Padjajaran Desak Kejari Kota Bogor Tangkap Otak Pelaku Korupsi Dana Hibah KPUD

Ketua Umun Benteng Padjajaran Desak Kejari Kota Bogor Tangkap Otak Pelaku Korupsi Dana Hibah KPUD

87 Online News
Jumat, 05 Juli 2019

KOTA BOGOR - Sejumlah Aktivis dan LSM kembali melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor terkait kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) penyelewengan dana di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Bogor. Kamis, (04/06/19).

Dalam kesempatan itu, Ketua umum Benteng Pajajaran Doelsamson Sambernyawa mengatakan, aksi tersebut dilakikan demi terciptanya integritas hukum khususnya di Kota Bogor agar tidak tebang pilih terutama terkait adanya kasus tindak pidana korupsi di KPUD Kota Bogor.

"Kita menuntut terciptanya integritas hukum di Kota Bogor, terkait korupsi dana hibah KPUD Kota Bogor dan jangan sampai tebang pilih. Karena, baru kali ini dijelaskan akan ditetapkan satu tersangka lagi. Cuma satu tersangka ini sudah berkali-kali dipanggil tetapi tidak hadir," ujar Doelsamson kepada wartawan usai mediasi dengan Kasi Pidsus di Kejari Kota Bogor.

Ia menilai, dalam hal itu ada kelemahan prosedur dari pihak kejari, seakan memberi kesempatan tersangka untuk kabur karena sampai saat ini keberadaan tersangka tidak diketahui. "Tiga surat pemanggilan dianggap angin lalu. Oleh karena itu, kita ikut mendorong pihak Kejari terkait langkah-langkah yang harus diambil. Apa cukup dengan dua tersangka, lalu apa tindakan kejari, karena satu tersangka lainnya sampai sekarang tidak datang meski sudah tiga kali surat panggilan," tutur Doelsamson.

Dalam mediasi tersebut, lanjut Samson, Kejari Kota Bogor seperti kebakaran jenggot dengan kasus dana hibah KPUD,  menugaskan Kasi Pidsus dan Kasi Intel. 

"Pihak Kejaksaan langsung menanggapi melalui mediasi, sekali lagi bahwa kehadiran kita disini demi terciptanya integritas hukum. Saya mengharapakan kejari benar-benar menjunjung tinggi dan menjadikan hukum sebagai panglima jangan samapai ada tebang pilih," harapnya.

Ia menjelaskan, sementara ini pihak kejaksaan baru menetapkan dua tersangka. Namun, tersangka tersebut bukan otak pelaku utama melainkan hanya Ketua Pokjanya saja.

"Ketua pokja kok dijadikan tersangka, murah amat. Harusnya ketua Komisioner atau Sekretaris KPU, ini ketua pengadaan barang jasa. Ketua pokja mah anak bawang dan ini akan menurunkan great Kejari Kota Bogor. Masa ketua pokja, tangngkap dong yang besar-besarnya, tangkap buaya-buayanya, jangan cicaknya saja yang ditangkap," tegas Doelsamson.

Selain itu, Samson juga meminta pihak Kejari Kota Bogor untuk memeriksa pihak penyedia barang dan jasa yang merupakan mitra dari KPUD Kota Bogor. "Saya juga meminta Kejaksaan Negeri Kota Bogor agar memeriksa pihak penyedia barang dan jasanya, yaitu kontraktor sebagi pihak kedua, rekanan atau mitra dari KPUD Kota Bogor," pintanya.

Saat ditemui, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Bogor Rade Satya membantah bahwa tidak ada tersangka lain, selain dari dua tersangaka yang sudah di tetapkan. 

"Apa yang menjadi temuan mereka, kita jawab sudah kita jawab dan dijelaskan bahwa tidak ada tersangka yang lain lagi," singkatnya. (GN/IB)