Pasien Poli Jantung Keluhkan Pelayanan Rumah Sakit Islam Kota Bogor

KOTA BOGOR - Banyaknya pasien dlaam pendaftaran layanan kesehatan di berbagai Fasilitas Kesehatan publik sering membuat berbagai Rumah Sakit (RS) kewalahan. Tak jarang peserta berobat pun dirujuk ke RS lainnya dengan alasan kurangnya peralatan atau ruangan sudah penuh.

Salah satunya di Rumah Sakit Islam (RSI) Bogor yang berbasis syariah ini pun dalam menangani pendaftaran peserta kesehatan dinilai tidak maksimal dan menuai keluhan pasien. Keluhan dan kekecewaan itu diungkapkan oleh Yani Suryani, salah satu calon peserta kesehatan poli jantung yang tidak mendapatkan nomor antrian. 

Padahal menurutnya, Ia telah menunggu sejak satu jam sebelum loket pendaftaran dibuka demi mendapatkan nomor antrian. "Saya sudah menunggu 1 jam sebelum loket dibuka, harapannya bisa mendapat antrian. Tapi ketika loket dibuka sisa antrian hanya tinggal 5 saja," ungkap Yani kepada wartawan, Jumat, (14/06/19).

Menurutnya, bagi pasien lama, pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp (Online), sedangkan pasien baru langsung datang untuk melakukan pendaftaran melalui loket namun tanpa mendapatkan keterangan jumlah pasien yang mendaftar.

"Seharusnya pihak RS memberikan keterangan berapa jumlah kuota pendaftar, baik itu melalui online maupun yang datang langsung, sehingga kami tak merasa dikecewakan seperti ini," keluhnya. 

Terpisah, Saat dikonfirmasi, Nita selaku Humas RSI Bogor menjelaskan, terkait dengan pendaftaran poli jantung pembatasan jumlah peserta berdasarkan kemampuan dokter.

"Kuota harian peserta kesehatan itu berdasarkan kapasitas dari dokternya dalam melayani pasien. Poli jantung sendiri diberikan kuota online sebanyak 25, datang langsung 20 dan umum 5," jelas Nita kepada wartawan saat ditemui di ruang pelayanan informasi, Senin, (17/06/19).

Nita mengatakan, terkait dengan calon peserta pendaftaran kesehatan yang menginap dikarenakan kehabisan antrian sehingga memilih untuk menunggu esok hari, dirinya membantah jika calon peserta diperbolehkan menginap di area RSI.

"Tidak boleh calon peserta menginap di sekitaran area, selain keamanan dari RSI sendiri juga kita dipantau CCTV untuk melihat aktivitas yang ada, dan area pendaftaran tersebut steril tidak diperbolehkan menginap," tegasnya. 

Nita pun menyarankan untuk calon peserta kesehatan agar dapat melihat terlebih dahulu jadwal praktek dokter dan bagi calon peserta kesehatan baru diperbolehkan mendaftar melalui telpon 0251-7558-159. (D2N)

Posting Komentar

0 Komentar