MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo-Sandiaga: BEM Se-Jabodetabek Himbau Publik Tolak Anarkisme

JAKARTA - Menyikapi hasil dari sidang putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilpres 2019, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa kampus di wilayah Jabodetabek mengimbau publik untuk tidak terpengaruh hoax, provokasi dan melakukan tindakan anarkisme.

Majelis hakim konstitusi, Kamis malam (27/6) menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum.

Menyikapi kekhawatiran terjadinya kerusuhan pasca keputusan MK tersebut, Gabungan BEM se-Jabodetabek menggelar acara diskusi kebangsaan dan silaturahmi dengan tema utama "Menolak Kerusuhan Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang digelar di Hotel Arosa Arosa Hotel, Kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019). 

Rahmat, Ketua umum HMI Komisariat Universitas Muhammadiyah, mewakili BEM dari beberapa kampus di Jabodetabek mengatakan, elemen mahasiswa harus bertekad untuk menjaga persatuan, persaudaraan serta menolak segala bentuk perpecahan bagi bangsa. 

"Kita harus melahirkan kembali Indonesia yang damai paska pesta demokrasi," kata Rahmat seusai acara diskusi.

Acara diskusi ini juga menghadirkan pembicara dari elemen perkumpulan pemuda, pelajar, pengusaha, hingga pemerhati hukum milenial, di antaranya: Ketua Gerakan Cinta Indonesia (GCI) Ginka Febriyanti Ginting, Sekjen Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Riyan Hidayat, Presiden Mahasiswa Universitas Juanda Bogor Muhammad Arifin, Pimpinan Lembaga Generasi Muda Indonesia Sobihin, dan Ketua Umum Jakmania 2014-2017 Richard Achmad.

Hadir juga dalam acara tersebut Gracia Panggabean, S.H., (Pemerhati Hukum Generasi Milenial Universitas Pancasila) dan Fachry Danny Arifin (Chief Marketing Officer perusahaan production house Rumah Kreasi Global). 

Menurut Ketua Gerakan Cinta Indonesia (GCI)  bangsa Indonesia selalu menjunjung tinggi tinggi ke Bhinekaan. Saya berharap kita semua dapat mencintai indahnya perbedaan, dan berdamai dalam bingkai kebhinekaan.

"Sudah bukan saatnya kita terpengaruh hoax, provokasi dan anarkisme. Saatnya kita membangun Indonesia yang unggul," kata Ginka Febriyanti Ginting yang juga mewakili pihak penyelenggara acara diskusi.

Sementara, Pemerhati Hukum Generasi Milenial Gracia Panggabean mengingatkan bahwa, Indonesia adalah negara hukum. Kita harus ingat keputusan majelis hakim Mahkamah Konstitusi bersifat final and binding, yaitu final dan mengikat. 

"Final dalam arti tidak ada upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap keputusan tersebut, dan mengikat yaitu artinya mengikat yang bersengketa dan masyarakat Indonesia, karena ini adalah perkara nasional," ujar pemerhati hukum berparas cantik ini. 

Pengusaha milenial Fachry Danny Arifin, yang juga hadir dalam acara deklarasi di Arosa Hotel mengingatkan, demo yang berujung kerusuhan dan kematian pada demonstran pada 21-22 Mei lalu hanya menyisakan kerugian moril dan materiil.  

"Kemarin waktu di area tanah abang, banyak teman saya yang berusaha konveksi, ekspedisi, yang mereka merasakan kerugian sampai bermilyar-milyar. Ada yang sampai hancur tokonya, dicuri dan lain-lain. Itu sangat merugikan jika demo itu akhirnya menimbulkan sebuah kerusuhan," ujarnya.

Berikut isi lengkap deklarasi BEM dari beberapa kampus di wilayah Jabodetabek: 

Ikrar BEM se-JABODETABEK

Kami generasi cinta Indonesia bersama BEM se-JABODETABEK bergerak bersama-sama guna mengimplementasikan falsafah negara dalam kehidupan yang berkedaulatan.

Maka dengan ini kami menyatakan:
1. Bertekad untuk menjaga persatuan, persaudaraan serta menolak segala bentuk perpecahan khususnya, di kalangan mahasiswa dan pemuda.

2. Ikut andil dalam menjaga keutuhan NKRI.
3. Ikut serta dalam menegakan hukum dan nilai nilai kemanusiaan sebagai Manifestasi dari Hak Azazi Manusia, dan berlaku untuk seluruh elemen bangsa.
4. Melahirkan kembali Indonesia yang damai pasca pesta demokrasi.
5. Bertekad untuk menjag

Reporter : Lekat

Posting Komentar

0 Komentar