UPTD Metrologi Legal Melaksanakan Monev Di Pasar Bogor



UPTD Metrologi Legal Melaksanakan Monev Di Pasar Bogor

87 Online News
Rabu, 22 Mei 2019

KOTA BOGOR- Dinas Perdagangan dan industri (Disperindag) Kota Bogor melalui UPTD Metrologi Legal melaksanakan monitoring dan Evaluasi (monev) dan pelayanan ukur ulang alat, ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) keliling (Pos Kuring) mendukung Kota Bogor sebagai daerah tertib ukur.

Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Bogor, Deden marlina SE,M.Si mengatakan, kegiatan ini dalam rangka perlindungan konsumen perlu adanya jaminan kebenaran dalam pengukuran.

"Sesuai dengan undang-undang no 2 thn 1981 tentang Metrologi Legal dan undang-undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen maka Disperindag Kota bogor melalui UPTD Metrologi legal melaksanakan Monitoring dan evaluasi serta pelayanan tera dan tera ulang alat UTTP di pasar Bogor," ungkap Deden kepada wartawan. Rabu, (22/05/19).

Sebagai kepala UPTD Metrologi Legal Kota Bogor, Saya memimpin langsung pelaksanaan monitoring dan Evaluasi (monev) di pasar Bogor dengan turun langsung ke lapangan," sambungnya.

Deden Berharap, dengan adanya kegiatan ini, konsumen mendapat jaminan kebenaran dalam hal pengukuran. "Kepada pelaku usaha di harapkn meningkatnya kesadaran dalm kebenaran penggunaan alat, UTTP tidak merugikan konsumen," harap mantan Seklur Katulampa itu.

Ia menjelaskan, giat ini dilaksanaka oleh UPTD Metrologi Legal yang terdiri dari kepala UPTD Metrologi legal, tenaga fungsional Penera,staf administrasi, dan tenaga reparatir serta koordinasi dengan pihak pasar yaitu PD pasarpakuan Jaya dan jajaran Unit pasar Baru Bogor.

"Alhamdulilah respon dari pedagang pengguna alat UTTP atau pengguna timbangan sangat antusias terbukti mereka bersedia timbangannya untuk di tera ulang atau di kalibrasi guna menjaga ke akuratannya dalam penimbangan, bahkan konsumen merasa puas dengan belanja ke pasar baru Bogor, Banner untuk konsumen tersedia. Kedepan kegiatan serupa akan di lanjut nanti bulan Juni di pasar induk jambu dua," pungkas Deden. (Red)