Header Ads

Rekapitulasi Suara di Kabupaten Bogor Golkar dan Gerindra Berebut Raih 2 Kursi DPR RI

KAB BOGOR - Proses rekapitulasi suara di Kabupaten Bogor, telah mencapai 26 Kecamatan. Diperkirakan, hari ini Sabtu (4/5/19) KPU Kabupaten Bogor akan menyelesaikan perhitungan suara dari 3-4 Kecamatan lagi. Sehingga, KPU tinggal menyelesaikan sekitar 10 kecamatan lagi sampai tanggal 6 Mei mendatang.

Direktur Democracy and Eelectoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi menuturkan, Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, dan di prediksi selesai dalam beberapa hari kedepan untuk di plenokan ditingkat Provinsi Jawa Barat. 

"DEEP mencatat, selama proses rekapitulasi, ada beberapa catatan yang terbagi menjadi dua cluster, yakni kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif, masih banyak kesalahan PPK dalam membacakan form rekapitulasi DA-1, atau berita acara hasil Rekapitulasi di beberapa Kecamatan," tutur Yusfitriadi kepada wartawan, Sabtu (4/5/19).

Menurutnya, hal itu lebih pada ketidak fokusan PPK, karena harus membacakan rekapitulasi 5 kertas suara pada setiap kecamatan. "Ada beberapa kecamatan, baik itu menyangkut jumlah suara partai maupun jumlah suara Calon Legislatif yang mendapat koreksi dari Bawaslu Kabupaten Bogor. Sehingga langsung diperbaiki pada forum pleno tersebut dan Berita Acaranya ditandatangani kembali oleh KPU dan saksi," sambungnya.

Masih kata Yusfitriadi, ditemukan pula beberapa saksi yang tidak membawa DA-1, disebabkan belum mendapatkannya dari saksi ditingkat Kecamatan. Kondisi tersebut, jelas Yusfitriadi, lebih disebabkan karena beberapa partai politik tidak menempatkan saksi di seluruh kecamatan dan di 15 ribu TPS. Sehingga, para saksi kesulitan mencocokan data yang sudah ditampilkan pada rekapitulasi pleno di KPU Kabupaten Bogor.

"Lalu catatan lainnya yakni, beberapa berita acara yang dipegang saksi, tulisannya tidak begitu jelas. Karena saksi hanya menerima berita acara dalam bentuk photo copy," ungkapnya.

Disamping itu, lanjutnya, masih ada yang salah input di tingkat kecamatan, sehingga tertukar hasilnya suara antar partai politik. Seperti di Kecamatan Jonggol yang salah input, sehingga tertukar pengisian Berita Acara Partai Gerindra dan PDIP pada pemilihan Legislatif Kabupaten Bogor di Daerah Pemilihan 2.

"Bawaslu Kabupaten Bogor, merekomendasikan untuk dilakukan rekapitulasi ulang dan dilakukan di tingkat Kabupaten. Dikarenakan salah memasukan rekapitulasi DA ke dalam kotak suara. Implikasinya yang dibacakan oleh PPK berbeda dengan DA yang berada di dalam kotak suara. Namun langsung di clearkan di tempat Pleno," paparnya.

Yusfitriadi menambahkan, secara kuantitatif keseluruhan suara yang sudah direkap dari 26 Kecamatan untuk DPR RI sudah mencapai 1.270.647 suara, dari keseluruhan suara untuk Calon Legislatif di Kabupaten Bogor yang DPT keseluruhan berjumlah 3.472.622. Adapun partisipasi Pemilih di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 80 persen.

"Dari perhitungan suara tersebut, ketika dikonversi menjadi kursi, maka perkiraanya adalah, Gerindra 2 Kursi, Golkar 2 Kursi, PDIP 1 Kursi, PKS 1 Kursi, PAN 1 Kursi, PPP 1 Kursi dan Demokrat 1 Kursi. Dalam hitung-hitungan tersebut, kursi ke-9 diperebutkan oleh Partai Gerindra Kursi ke 3, Partai Golkar Kursi Ke 2 dan PKB Kursi ke 1," pungkasnya. (D2n)